Radar Pendidikan

Kenalkan Cagar Budaya Lewat Film

Kenalkan Cagar Budaya Lewat Film

WORKSHOP – Disdikbud Batang menggelar Workshop Film Dokumenter untuk mengangkat potensi cagar budaya Batang.
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

BATANG – Sebanyak 50 siswa SMA dan SMP sederajat di Kabupaten Batang mengikuti workshop pembuatan film dokumenter, Kamis (3/5). Workshop yang digelar Disdikbud Batang di Aula Dispermades Batang ini diharap dapat memberikan wawasan baru bagi pelajar dalam membuat film dokumenter. Sehingga pelajar ke depan diharap dapat mengenalkan cagar budaya Batang lewat film dokumenter.

“Tujuannya workshop ini untuk memberikan bekal dalam rangka mengembangkan potensi dalam ilmu multimedia, kemarin siswa kami dari dua sekolah yaitu SMP 2 Blado dan Mts Daarul Islah Bandar sudah memperlihatkan potensinya dalam pembuatan film dan mendapatkan penghargaan di tingkat nasional dan kabupaten,” ujar Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq saat diwawancarai di sela-sela kegiatan workshop.

Diharapkan dengan workshop ini mampu menciptakan sineas muda Batang yang potensial. Khususnya dengan mengangkat film dokumenter soal Cagar Budaya. Sehingga ini dapat menjadi cara asyik dan kekinian dalam rangka mengangkat cagar budaya lokal.

“Selama ini mungkin masih banyak masyarakat Batang yang belum tahu jika ada benda-benda di sekeliling mereka yang termasuk dalam cagar budaya Batang. Nah diharapkan lewat film dokumenter ini masyarakat bisa mengenal cagar budaya di sekitar dan turut serta melestarikannya,” imbuhnya.

Taufik juga menuturkan, workshop pembuatan film ini tidak hanya akan berakhir menjadi sekadar workshop saja. Pihaknya berniat agar workshop ini dapat menghasilkan film yang nantinya dapat dipertunjukkan atau bahkan diperlombakan.

“Kami tidak akan menampik adanya perkembangan dari workshop ini. Karena kami memang berharap kegiatan ini tidak berhenti di workshop saja. Tapi kami harap nanti muncul karya yang juga dapat diapresiasi masyarakat. Syukur-syukur karya anak didik kita ini bisa diapresiasi ke jenjang yang lebih tinggi, baik provinsi atau nasional, seperti dua sekolah tadi,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments