Politik

Tunggul: Rekomendasi Yang Beredar Palsu

TEMANGGUNG – Penasehat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Temanggung Tunggul Purnomo dengan tegas mengatakan, bahwa surat rekomendasi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) partai Golkar terhadap salah seorang bakal calon Bupati Temanggung yang akan maju pada Pilkada 2018 mendatang adalah palsu.

“Sudah saya tanyakan langsung kepada Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Temanggung, bahwa hingga saat ini belum ada rekomendasi sehingga surat rekomendasi yang beredar itu palsu,” kata Tunggul Purnomo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung ini.

Seperti diketahui, saat ini telah beredar kabar di media sosial bahwa DPP Partai Golkar telah mengeluarkan rekomendasi untuk calon bupati Temanggung pada pilkada 2018, untuk salah satu bakal calon bupati Temanggung yang saat ini sudah gencar mempromosikan diri dengan memasang baliho foto dirinya disejumlah tempat.

Tunggul mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar, terkait dengan bakal calon yang akan diusung oleh partai Golkar pada pesta demokrasi pemilihan Bupati dan wakil Bupati 2018 mendatang.

Bahkan katanya, rapat soal surat rekomendasi tersebut baru akan dibahas dalam rapat di tingkat DPD I Jawa Tengah pada Rabu (15/11) mendatang, oleh karena itu Tunggul memastikan bahwa surat rekomendasi yang telah beredar saat ini tidak benar.

“Rencananya besuk Rabu (15/11) akan ada rapat soal rekomendasi tersebut di DPD I Partai Golkar Jateng,” terangnya.

Menurut dia mesin politik partai masih sangat menentukan dalam perolehan suara pilkada, terutama di kawasan perdesaan, apalagi kalau figur yang diusung belum banyak dikenal masyarakat.

Menurutya, belum turunnya rekomendasi calon bupati tersebut terlambat, karena pendaftaran bakal calon bupati pada awal Januari 2018 atau kurang dari dua bulan.

“Idealnya minimal kurang dari enam bulan sudah diumumkan, karena yang lama itu membangun koalisi,” katanya.

Diakuinya, saat ini petahana Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, suaranya masih kuat. Namun demikian masyarakatlah yang akan menentukan pada pilkada mendatang.

“Hasilnya nanti, jika Pilkada ini sudah dilaksanakan,” tutupnya.(Set)

Facebook Comments