IGRA Rayon Batang Ajarkan Hidup Sehat

by
Ajarkan Hidup Sehat
CUCI TANGAN - Gerakan Cuci Tangan yang dilakukan IGRA Rayon Batang di Hutan Kota Rajawali, Rabu (2/5). NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN
Ajarkan Hidup Sehat
CUCI TANGAN – Gerakan Cuci Tangan yang dilakukan IGRA Rayon Batang di Hutan Kota Rajawali, Rabu (2/5).
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

BATANG – Sekitar 1.300 anak mengikuti gerakan cuci tangan pakai sabun dalam rangka peringatan Hardiknas, Rabu (2/5). Acara yang digelar oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Rayon Batang ini juga menggelar berbagai aneka lomba dan senam bersama.

Ketua IGRA Rayon Batang, Rilis Bachtiar, menerangkan kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan generasi generasi Islam yang cerdas dan juga sehat. Pasalnya untuk membentuk generasi yang sehat perlu dilakukan pendidikan karakter terkait dengan kebersihan sejak dini. Sehingga ketika dewasa sudah mengakar dan terbiasa bagi anak-anak.

“Tujuan kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperingati Hardiknas. Dan kenapa kami fokus ke cuci tangan pakai sabun dan senam masal adalah dengan harapan kami dapat melahirkan generasi Islam, yang cerdas dan sehat. Karena dengan sehat kita dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik,” terang Rilis.

Ditambahkan, menurutnya di masa usia emas ini anak tepat untuk diajarkan pendidikan karakter macam ini. Pasalnya praktek ini akan menjadi kebiasaan baik hingga dewasa nanti jika mulai dikenalkan sedari sekarang. Senam dan cuci tangan dengan sabun ini juga menggandeng Dinkes Batang agar pelaksanaan sesuai dan mendukung gerakan masyarakat hidup sehat.

Selain senam dan cuci tangan pihaknya juga menggelar aneka lomba. Aneka lomba tersebut seperti Finger Painting, Kolase, Melempar Bola. Selain itu juga disediakan aneka lomba untuk para orang tua yakni menata gelas serta melipat kardus.

“Dengan kegiatan ini kami juga berharap masyarakat Batang tahu kalau di Batang juga ada Raudhatul Athfal. Dan Ikatan guru RA nya sendiri juga produktif dan punya kegiatan. Sehingga kami harap ke depannya masyarakat dapat lebih mempercayakan anaknya untuk belajar ke RA,” harap Rilis. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin