Kejar Target LTT, Kodim Pekalongan dan Kementan Gelar Rakor

by -
Rakor LTT
RAKOR - Kodim Pekalongan bersama Kementan RI dan Dinas Pertanian Kota maupun Kabupaten Pekalongan menggelar rakor dalam rangka percepatan luas tambah tanam, kemarin. WAHYU HIDAYAT
Rakor LTT
RAKOR – Kodim Pekalongan bersama Kementan RI dan Dinas Pertanian Kota maupun Kabupaten Pekalongan menggelar rakor dalam rangka percepatan luas tambah tanam, kemarin.
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Guna mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) di Kota maupun di Kabupaten Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, kemarin.

Rapat digelar di ruang data makodim setempat, dipimpin Pasiter Kodim 0710 Pekalongan Kapten Inf Sapari Dairyanto dan dihadiri oleh seluruh Danramil jajaran Kodim 0710 Pekalongan, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Kota maupun Kabupaten Pekalongan.

Staf Hortikultura Kementan RI, Oci, menjelaskan bahwa capaian LTT untuk bulan April 2018 masih jauh dari target. Maka harus ada evaluasi menyeluruh dengan semua pihak terkait. “Rapat koordinasi ini merupakan satu upaya kita untuk mengevaluasi percepatan luas tambah tanam yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan yang saat ini sedang berjalan,” ungkapnya.

Selain melakukan rakor, imbuh dia, percepatan luas tambah tanam dilakukan pula dengan membangun posko-posko perluasan tambah tanam. “Kita juga harus memaksimalkan alsintan (alat mesin pertanian) yang ada, sehingga upaya dalam LTT akan lebih maksimal,” imbuhnya.

Pihaknya berharap dengan adanya evaluasi tersebut akan ada langkah-langkah yang tepat dalam mencapai target LTT yang ujung-ujungnya adalah untuk mencapai swasembada pangan.

Sementara itu, mewakili Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, Pasiter Kapten Inf Sapari Dairyanto menjelaskan, Kodim 0710 Pekalongan sebagai pendamping dalam percepatan luas tambah tanam akan terus berupaya memaksimalkan dan mendorong seluruh babinsa yang ada di lapangan untuk selalu berkoordinasi dengan penyuluh di lapangan. “Seluruh babinsa agar selalu memantau langsung dan menampung aspirasi maupun permasalahan yang dihadapi petani dalam upaya khusus ini,” terang Pasiter. (way)