Tiap MWC NU Ditarget Punya Ambulance

by -
Tiap MWC NU Ditarget Punya Ambulance
LAUNCHING - Pengurus Cabang NU Kabupaten Kendal melaunching ambulance gratis. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
Tiap MWC NU Ditarget Punya Ambulance
LAUNCHING – Pengurus Cabang NU Kabupaten Kendal melaunching ambulance gratis.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal belum lama ini melaunching ambulance gratis. Launching dilakukan pada saat pelaksanaan Muskercab 1 PCNU yang digelar di MTs Sunan Abinawa Pegandon. Keberadaan ambulance gratis sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kepada warga nahdliyyin. Selain itu, juga ada kerjasama dengan BPJS kesehatan dan kaleng sedekah untuk pemberdayaan masyarakat.

Hal itu dibenarkan Ketua PCNU Kendal KH Mohammad Danial Royyan, Minggu (29/4). Kata dia, satu dari sekian misi PCNU Kendal adalah melayani warga. Ambulance gratis ini diharapkan bisa menjadi sarana pelayanan kepada warga nahdliyin, terutama yang berada di pedesaan supaya mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

“Karena banyak yang harus dilayani, Lazisnu agar bisa merealisasikan kembali pembelian Ambulance kedua di tahun ini. Targetnya, tahun depan seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU sudah ada ambulance gratis,” kata dia.

Ketua Lazisnu Kendal Khusnul Huda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam pengadaan ambulance gratis. Sebab dalam waktu tidak sampai dua bulan, pengumpulan donasi yang dilakukan melalui grup-grup WA, telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 90 juta. “Terimakasih kepada seluruh donatur atas dukungan materiilnya. Sehingga dalam waktu cepat bisa terwujud. Armada ambulance tidak baru, akan tetapi yang penting bisa digunakan dan menebarkan manfaat pada warga yang membutuhkan,” kata dia.

Khusnull Huda menambahkan, bagi warga yang akan menggunakan ambulance gratis tidak dipungut biaya. Termasuk untuk keperluan bahan bakarnya (BBM). Karena sudah ditanggung oleh Lazisnu Kendal. Bahkan bagi pengguna manfaat tidak diperbolehkan memberikan tip kepada sopir atau tenaga kesehatan yang mendampinginya. “Tidak boleh ngasih “tip” kepada sopir dan tenaga kesehatan. Kalau itu kok penggunanya memaksakan diri, ya silahkan bisa diterima, tapi nanti akan dimasukkan sebagai infaq melalui Lazisnu,” tandas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito