Selamat, PM Tazakka Akhirnya Dikukuhkan jadi Anggota Rabithah

by -
LIU
PENGUKUHAN – Duo Pimpinan Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi dan Gus Anizar menerima pengukuhan keanggotaan LIU di Universitas Alexandria Mesir, Rabu (25/4).
LIU
PENGUKUHAN – Duo Pimpinan Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi dan Gus Anizar menerima pengukuhan keanggotaan LIU di Universitas Alexandria Mesir, Rabu (25/4).

BATANG – Pondok Modern (PM) Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah, sepertinya kian menegaskan kiprahnya di dunia Islam, dengan bersendikan pendidikan. Rabu (25/4) lalu, mereka resmi menyandang keanggotaan Rabithah Al Jami’at Al Islamiyah atau The League Of Islamic Universities (LIU), sebuah organisasi persatuan atau Liga Perguruan Tinggi islam se dunia.

Pengukuhan itu dilakukan melalui Sidang Pleno Dewan Eksekutif dan diumumkan di hadapan Sidang Pleno Anggota Rabithah. Acara yang dipusatkan di Fakultas Keperawatan, Universitas Alexandria itu juga sekaligus memilih dan menetapkan kembali kepemimpinan Rabitah untuk 4 tahun ke depan, yakni Syaikh Prof Dr Abdullah Abdul Muhsin At-Turki di Riyadh sebagai Ketua Umum didampingi Prof Dr Jafar Abdus Salam dari Mesir sebagai Sekjen.

Sejumlah rektor dan pejabat dari universitas dunia juga turut hadir di acara itu. Dalam sambutannya, Prof Abdus Salam menyebut penetapan anggota baru itu telah mempertimbangkakn peran, kontribusi, dan komitmennya pada pengembangan pendidikan dan keilmuan di dunia Islam.

Duo Pimpinan Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi MA dan Gus Anizar Masyhadi, pun maju ke podium untuk menerima pengukuhan itu. “”Mewakili seluruh civitas akademika dan keluarga besar Tazakka, kami mengucapkan apresiasi yang tinggi, tentu ini adalah penghargaan untuk bangsa Indonesia seluruhnya, dan Indonesia sangat menyambut baik setiap upaya kerjasama untuk kemajuan pendidikan dan keilmuan bagi kesejahteraan umat manusia dimana pun berada” ungkap Kiai Anang melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/4) siang.

Didampingi KH Oyong Sofyan, keduanya pun menyerahkan plakat kenang-kenangan dan profil Tazakka kepada Sekjend Rabitah. Menurut Anang, penetapan keanggotaan LUI itu merupakan penghargaan tertinggi bagi Tazakka, mengingat usianya yang masih belia.

“Dengan ini, Rabithah telah membukakan jendela kepada Tazakka agar terhubung dengan 220 perguruan tinggi Islam terkemuka di seluruh dunia. Insya Allah, pengukuhan ini akan kian memacu kami untuk terus berinovasi mengembangkakn mutu keilmuan dan kelembagaan,” terangnya.

Rabithah yang bermarkaz di Al-Azhar Kairo saat ini beranggotakan sekitar 220 universitas dan institut Islam di seluruh dunia. Delegasi dari Asia Tenggara yang nampak hadir antara lain: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang diwakili oleh Prof Dr Amani Burhanuddin Lubis, UNIDA Gontor, yang diwakili Dr Hafidz Zaid Al-Kindi, PTIQ Jakarta, STAI Darunnajah Jakarta, International Islamic Universitas Malaysia, dan UNISA Brunei Darussalam.

Pantauan Tim Media Center Tazakka, delegasi lain yang hadir antara lain: Cairo University, Institut Darul Hadis Al-Hasaniah Maroko, Zaituna University Tunis, Imam Auzai University Lebanon, Ibnu Tufail University Maroko, Oum Durman University Sudan, Universitas Internasional Afrika Sudan, Jordan University, Yarmuk University Jordan, Bilad Syam Univ Damaskus, Ibnu Sina Institute for Humanity Studies, Perancis, Institut Bahasa Arab London Inggris, dan lain-lain.

Rabithah bertujuan antara lain menyatukan visi misi perguruan tinggi Islam se-dunia, dan mengembangkan metode pembelajaran mutakhir serta penemuan-penemuan baru dalam riset keilmuan dan teknologi. Rabithah mendorong anggotanya untuk saling bekerjasama tukar informasi, riset dan sumber daya manusia. (sef)