Akhir April, Baru 158 Desa yang Cair

by -
Drs H Tulyono MSi
Drs H Tulyono MSi
Drs H Tulyono MSi
Drs H Tulyono MSi

PD Dilibatkan untuk Percepatan DD

Progres pencairan termin 1 dana desa (DD) tahun 2018 benar-benar mengkhawatirkan. Meski sudah masuk akhir April, baru 158 desa yang tercatat menerima pencairan.

Kekhawatiran itupun menghantui jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades), mengingat tidak lama lagi pentahapan untuk pencairan termin kedua DD harus dilakukan.

“Kami sudah berupaya maksimal, tetapi hasilnya yang belum maksimal. Masih banyak desa yang bahkan belum mengajukan berkas persyaratan pencairan dana desa ke Dispermades,” ungkap Kepala Dispermades Kabupaten Batang, Drs Tulyono M Si, via sambungan telepon genggamnya, Jumat (27/4) sore.

Hingga Jumat sore kemarin, jumlah desa yang telah memasukan berkas persyaratan tercatat baru 170 an desa. Dari jumlah itu, yang telah diproses dan dicaiekan di BPKPAD sejumlah 158 desa.

“Ini kita sudah dikejar-kejar Kemenkeu. Uangnya sudah lama masuk kasda, kok pencairannya lambat sekalii,” aku dia.

Menurut Tulyono, lambatnya progres pencairan DD tak lepas dari problem di awal tahun anggaran, yakni perubahan regulasi yang mengembalikan tahapan pencairan dari dua di tahun 2017 menjadi 3 termin di tahun ini. Dampaknya pun kembali ke pemerintah desa, karena mereka serta merta harus merevisi APBDes hingga RAB yang sebelumnya telah dibuat.

“Banyak desa yang akhirnya lambat untuk sekadar mengajukan berkas persyaratan awal di Dispermades. Di samping itu, banyak desa yang sebelumnya kepontal-pontal untuk menyelesaikan SPj realisasi dana desa tahun 2017,” terangnya.

Karena itu, untuk mempercepat pencairan termin 1 ini, Dispermades kemarin menggelar rapat dengan segenap Pendamping Desa dan Tenaga Ahli Pendamping Desa yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa. Mereka akan dilibatkan untuk mempercepat penyusunan dokumen administrasi yang menjadi persyaratan pencairan.

“Kalau inginnya kami, seminggu ke depan seluruh desa sudah bisa mencairkan dana desa. Tetapi melihat kondisinya saat ini, harapan itu tentu tak mudah. Itu sebabnya kami melakukan percepatan dengan menggandeng pendamping desa,” ujar Tulyono.

Dia juga memastikan tak hanya Kabupaten Batang yang terdampak perubahan regulasi. Sebab gejala lambatnya progres pencairan kata Tulyono juga berlangsung di kabupaten lainnya. (sef)