MasyaAllah! 20 Tahun Dikubur, Jenazah Masih Utuh

by -
TPU Dibongkar, Dua Jenazah Utuh
DIBONGKAR - TPU Dukuh Terate, Desa Kertomulyo yang terkana dampak proyek jalan tol dibongkar. Dalam pembongkaran itu, ada dua makam yang kondisi jenazahnya masih untuh. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
TPU Dibongkar, Dua Jenazah Utuh
DIBONGKAR – TPU Dukuh Terate, Desa Kertomulyo yang terkana dampak proyek jalan tol dibongkar. Dalam pembongkaran itu, ada dua makam yang kondisi jenazahnya masih untuh.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Terdampak Proyek Tol

BRANGSONG – Kejadian luar biasa terjadi saat pembongkaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Terate, Desa Kertomulyo, Kecamatan, Brangsong, Kabupaten Kendal, kemarin. Dalam pembongkaran TPU yang terdampak proyek jalan tol tersebut, ada dua jenazah yang kondisinya masih untuh dengan pembungkus kain kafan berwarna kecoklatan.

Menurut penjaga makam, Surani, di dalam TPU terdapat ratusan jenazah yang dikubur, namun yang teridentifikasi hanya sekitar 165 jenazah. Dari 165 jenazah ini, sudah separoh lebih yang telah dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain. “Dari sekian jenazah ini, terdapat dua jenazah yang kondisinya masih utuh, yaitu almarhum Ngasan dan Sumari. Kedua jenazah ini telah dikubur belasan bahkan ada yang puluhan tahun lamanya di pemakaman umum tersebut,” kata dia.

Dikatakan, jenazah yang lain sudah dalam bentuk tulang belulang, bahkan ada yang sudah rusak, namun untuk kedua jenazah ini kondisinya masih utuh. Dengan menggunakan kain kafan baru, jenazah tersebut dinaikan ke mobil untuk dipindahkan ke tempat pemakaman lain, tak jauh dari rumah warga.

“Menurut warga, dari kedua jenazah itu salah satunya semasa hidupnya merupakan ustad yang setiap hari atau sore mengajar anak- anak mengaji di Mushola- mushola,” ungkap dia.

Menurut Sundari, salah seorang anak dari almarhum Kiai Sumari, ayahnya adalah seorang imam Mushola yang setiap harinya mengajar mengaji kepada warga setempat. “Orang-orang memanggilnya Pak Kiai, karena setiap hari menjadi imam mushola dan mengajar mengaji,”kata dia.

Kiai Sumari memiliki tiga orang anak, yakni Sundari, Senah dan Sutrisman. Mushola yang biasa almarhum menjadi salat imam dan mengajar mengaji lokasinya tidak jauh dari makam tersebut. Mushola tersebut juga masih berdiri yang kegiatan ibadahnya diteruskan oleh saudaranya, namun akan segera dibongkar, karena ikut terkena proyek pembangunan jalan tol. “Musholanya masih ada, tapi akan dibongkar juga karena terkena proyek jalan tol,” ungkap Sundari.

Jenazah Kiai Sumari akan dipindahkan di tempat pemakaman umum yang lokasinya berada di wilayah selatan Dukuh Trate, berdampingan dengan makam istrinya. Dikatakan, waktu istri Kiai Sumari meninggal dimakamkan di samping ayahnya (mertua Kiai Sumari) di pemakaman lain. “Ketika ibu meninggal itu dimakamkan di sebelah makam bapaknya atau kakek saya,” tukas Sundari

Selain jenazah Kiai Samuri, juga ada jenazah lain yang kondisinya masih utuh, walau sudah dikubur lebih dari 20 tahun, yaitu jenazah Ngasan, bapak dari Jumadi. Menurut Jumadi, almarhum bapaknya adalah orang biasa, bukan seorang kiai. Beliau adalah orang yang sederhana dan tidak pernah dendam kepada siapapun. “Bapakku itu orangnya merima, tidak pernah neko-neko,”kata dia.(nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito