Jual Ratus Tertua di Pekalongan

by
Tsabita
TOKO - Tsabita Pekalongan yang menjual aroma terapi, dua, atau ratus di Pekalongan. LAILATUL MAFIYAH
Tsabita

TOKO – Tsabita Pekalongan yang menjual aroma terapi, dua, atau ratus di Pekalongan.
LAILATUL MAFIYAH

KOTA PEKALONGAN – Usaha pembuatan dan penjualan ratus sejak 1906 yang saat ini sudah mencapai satu abad lebih di generasi kelima, ratus Ba’dim diberi nama Tsabita. Ratus atau aroma terapi dua ini merupakan ratus tertua di Pekalongan.

Owner Tsabita Pekalongan, Fauzi Umar Lahji mengungkapkan kepada Radar, Selasa (24/4), pihaknya menyediakan aroma terapi atau ratus dupa. Selain itu, ada ramping yakni rempah-rempah yang digunakan sebagai wewangian.

“Wewangian asli dari bahan alami dan cara tradisional seperti wewangian dari bunga melati yang dipadukan dengan irisan daun pandan. Produk Tsabita di kampung Arab Pekalongan ini digunakan oleh orang-orang ketika ada hajatan, ceremonial pernikahan, dan maulid nabi,” tuturnya.

Saat ini produk Tsabita Pekalongan semakin lengkap, ada lulur, timung, masker wajah, sampo, dan lotion.
“Sampai saat ini produk best seller di Tsabita adalah ratus, karena ratusnya adalah ratus tertua di Pekalongan. Rata-ratanya konsumennya berasal dari luar kota. Mereka mampir ke Pekalongan ke sini untuk membeli buah tangan.

Karena sifatnya hanya buah tangan, Tsabita Pekalongan buka setiap hari buka full time atau setiap waktu. “Jika ada konsumen sampai tengah malam pun tetap kami layani,” ungkapnya.

Generasi kelima keturunan Ba’dim yakni Musidati Ghozi memberi nama Tsabita karena berasal dari kata Tsabit yang artinya kuat.

“Harga ratus di tempat kami ada yang Rp60.000. Ada juga harga ratus Rp175.000 per onsnya. Harga produk kami mulai Rp3.000. Memakai cara tradisional,” bebernya.

Fauzi, sapaan akrabnya berharap ke depannya pemerintah lebih jeli dan mempermudah melihat bisnis yang sudah ada yang patut dilestarikan dan dikembangkan. (mg4)