Perempuan Perlu Mencontoh Semangat Kartini

by
Perempuan Perlu Mencontoh Semangat Kartini
TALKSHOW - Erbe Sentanu (Nunu) pendiri Katahati Institute memberikan paparanya di Talkshow Peringatan Hari Kartini ke-139 yang digelar Pemkab Kendal. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
Perempuan Perlu Mencontoh Semangat Kartini
TALKSHOW – Erbe Sentanu (Nunu) pendiri Katahati Institute memberikan paparanya di Talkshow Peringatan Hari Kartini ke-139 yang digelar Pemkab Kendal.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Talkshow Peringatan Hari Kartini ke-139

KENDAL – Di peringatan Hari Kartini, para kaum perempuan perlu mencontoh semangat sosok Kartini. Kaum perempuan di Kendal dituntut keikutsertaannya didalam menyukseskan pembangunan nasional, serta dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Kaum perempuan harus bangkit jangan hanya hadir sebagai penonton, namun harus mampu mempersiapkan diri, mampu berfikir positif dan kreatif.

“Selain itu, juga mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tegas Bupati Kendal Mirna Annisa dalam sambutannya di acara talkshow puncak peringatan Hari Kartini ke-139 Kabupaten Kendal tahun 2018, di Pendopo Pemkab, Senin (23/4). Temanya “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Menguatkan Pendidikan Karakter Generasi Penerus Bangsa”. Sebagai narasumber Erbe Sentanu (Nunu) pendiri Katahati Institute. Hadir Wakil Bupati Masrur Masykur.

Mirna Annisa mengatakan, sejalan dengan tema tersebut, kaum perempuan perlu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan pendidikan, untuk selalu berinovasi, berkreativitas dan berkompetensi di era ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. Kartini masa kini adalah kartini yang modern. Kaum perempuan harus menjadi sosok perempuan yang modern, cerdas, kritis, berprestasi dan berani melakukan terobosan baru untuk suatu perubahan yang lebih baik. “Serta dapat berkontribusi di bidang yang ditekuninya untuk kemajuan bangsa dan negara, tanpa melupakan kodratnya sebagai Ibu dalam keluarga,” terang dia.

Mirna Annisa mengungkapkan, sebagai pejuang perempuan, RA Kartini berusaha untuk mendobrak dominasi kaum pria, agar kaum perempuan bisa sekolah setinggi-tingginya. Secara kodrati, keluarga merupakan penentu dalam pengembangan pendidikan anak pada masa depan. Peran orang tua dalam memberikan warna kehidupan sangatlah penting. Karena melalui orang tua lah, anak akan menjadi manusia yang baik atau tidak. “Saya himbau, agar kaum perempuan mau dan mampu meneladani sosok Ibu Kartini sebagai pejuang sejati bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat, yakni menjaga gizi seimbang, deteksi dini penyakit, serta peningkatan cakupan imunisasi secara lengkap,” timpal Mirna Annisa.

Dengan menjalankan gaya hidup sehat, seorang perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, menurunkan angka kesakitan, dan menurunkan beban pembiayaan kesehatan. Oleh karena itu, seyogyanya jadilah ibu yang terdepan dalam mengawal kesehatan bagi keluarga, lingkungan, dan pada akhirnya mampu menjadi sosok pengawal kesehatan bangsa. Pada Peringatan Kartini ini, diharapkan bukan sekedar memperingati dengan kegiatan seremonial saja, tapi muncul Kartini-Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini di tanah Kendal.

“Sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan, dan dibalik suksesnya sebuah keluarga ada seorang perempuan yang kuat, dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, ibu, karyawati, dan anggota masyarakat yang baik dan berkepribadian. Majulah kaum perempuan Indonesia untuk kemajuan Indonesia,” Pungkas Mirna Annisa.

Wakil Bupati Masrur Maskur mengatakan, kebutuhan karakter manusia itu tidak hanya sejak lahir. Sejak manusia itu didalam kandungan itu sesungguhnya sudah membentuk karakter. Berbicara asal soal asal usul manusia. Kembali kepada ajaran pada terjadi pertemuan pertama sel telur wanita dengan seperma laki-laki, maka disitulah sesungguhnya ada sumpah manusia kepada Tuhan. Pada peretemuan itu, Tuhan bertanya alastu birrobbikum, adakah Aku ,Tuhanmu? Maka manusia (ruh) menjawabnya, iya betul, bala syahidna, Engkau Tuhanku. “Ini sebetulmnya pembentukan karakter pertama. Pembentukan karakter itu terus berlanjut hingga manusia itu lahir,” kata dia.

Erbe Sentanu mengatakan, jika ada pertanyaan apa rahasia karakter manusia Indonesia? Maka jawaban sesungguhnya itu kembali kepada jati dirinya masing-masing. Siapa kita? Dari mana Kita? Karena pertanyaan yang sangat mendasar itu sesungguhnya kita cari. “Itu seperti disinggung Bupati Mirna tadi, adalah kita harus kembali ke jati diri,” kata dia.

Erbe Sentanu mengungkapkan, bahwa ingatan terhadap jati diri manusia itulah yang membentuk karakter. Karakter manusia? Darimana asalnya? Sebagaimana juga dijelaskan Wakil Bupati soal karakter manusia. Dari mana dia? Dan siapa dia? Pengakuan bahwa dia (manusia)-proses asal usul kejadiannya-adalah mahluk dan kemudian Allah SWT, adalah Tuhan, sebagaimana kesaksiannya saat ditanya Tuhan. “Dalam pertemuan pertama itu, kita berbicara jati dirinya, dia menjadi apa. Jadi kedua sel itu ketemu menjadi satu sel yang endingnya jadi apa. Inilah berbicara jati diri kita dimulai dari situ,” ungkap dia. (adv/nur)

Penulis: Nur Kholid Ms
Redaktur: Widodo Lukito