Radar Tegal

Warga Semboja Gerudug DPRD Tuntut Pilkades Ulang

Warga Semboja Gerudug DPRD

MENGADU – Ketua DPRD Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi sedang menerima aduan dari warga Desa Semboja, Kecamatan Pagerbarang, Jumat (10/11).
YERRY NOVEL

SLAWI – Sejumlah warga Desa Semboja, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, menggerudug kantor DPRD setempat, Jumat (10/11) siang. Mereka mengadu jika pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Semboja sarat dengan kecurangan. Karena itu, para warga ini meminta agar dilakukan pilkades ulang. Saat mengadu itu, warga yang berjumlah lebih dari 10 orang ini ditemui Ketua DPRD Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyarozi, Wakil Ketua DPRD Samsuri (Gerindra) dan Agus Solichin (Golkar) serta Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim.

Koordinator Tim Pemenangan Calon Kades Sri Haryani, Trias,35, dihadapan pimpinan DPRD membeberkan bahwa pilkades Semboja banyak kecurangan. Mulai dari pengkondisian RT, pengundian nomor urut, pengundian visi misi, dan panitia yang mengabaikan usulan atau masukan dari para saksi. “Bahkan, ada warga yang mencoblos dobel,” kata Trias.

Dia menjelaskan, persoalan krusial terjadi pada hasil perolehan suara dalam Pilkades Semboja. Hasil pilkades yang menang yakni surat suara rusak sebanyak 744 surat suara, karena perolehan suara terbanyak hanya mendapatkan 601 suara. Sedangkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di desa tersebut sebanyak 2.676 pemilih. Banyaknya surat suara rusak, karena minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh panitia kepada warga. Parahnya lagi, surat suara untuk pendukung calon yang kalah, lipatannya dikemas rumit oleh panitia. Sehingga para pendukung kesulitan saat hendak mencoblos.

“Ini salah satu penyebab banyak surat suara rusak. Kerusakan terjadi karena ada dua lubang secara simetris. Makanya, kami minta untuk Pilkades Semboja diulang,” pintanya.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim mengungkapkan, komisi 1 belum mendapatkan data Pilkades yang bermasalah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades). Namun, informasi sementara ada 11 desa yang mengajukan gugatan terkait dengan sengketa Pilkades. Saat ini, proses penyelesaian berada di Dispermades dan Inspektorat. Jika ada telaah dari dua instansi tersebut, maka akan diserahkan ke Bupati untuk diambil keputusan. “Setelah ada keputusan Bupati, kami baru akan melakukan pembahasan,” kata Agus Salim menjelaskan.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi menegaskan, dengan banyaknya surat suara rusak dinilai sebuah kegagalan dari dinas terkait dan panitia penyelenggara. Kondisi itu harus segera disikapi, dan mencari solusinya. Ketua DPC PKB itu meminta untuk dipertimbangkan aturan perhitungan ulang dengan banyaknya surat suara rusak.

“Jika data mendukung, bisa dilakukan Pilkade ulang. Namun, kendalanya di anggaran dan waktu pelaksanaan,” tandasnya. (yer)

Facebook Comments