Hari Pertama UNBK, Server Offline

by
Asip Tinjau UNBK SMP
PANTAU - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Dinas Pendidikan melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK hari pertama, di sejumlah sekolah Kabupaten Pekalongan. MUHAMMAD HADIYAN
Asip Tinjau UNBK SMP
PANTAU – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Dinas Pendidikan melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK hari pertama, di sejumlah sekolah Kabupaten Pekalongan.
MUHAMMAD HADIYAN

Siswa Sempat Panik

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Pekalongan, Senin (23/4) kemarin, sempat terkendala server pusat yang mendadak offline atau mati. Server yang mati pada saat ujian sesi pertama itu, sontak membuat para siswa di sejumlah sekolah panik.

Koneksi offline ini cukup lama, sehingga peserta ujian terpaksa menunggu 20 menit hingga satu jam. Di beberapa sekolah, server baru nyala kembali sekitar pukul 08.50 WIB. Waktu untuk pengerjaan soal ujian nasional dengan mata pelajar Bahasa Indonesia pun harus diundur, menyesuaikan dengan waktu nyalanya server yang telah diprogram dari pusat itu.

Sedangkan pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, tidak dapat berbuat banyak lantaran yang mengelami kendala adalah server pusat, bukan gangguan dari koneksi lokal atau permasalahan listrik.

Eka Arum Puspita (14), siswi SMP Negeri 1 Tirto yang mengikuti ujian di SMK Maarif NU Tirto, mengaku sempat panik karena saat waktu dimulai, ternyata koneksi mati dan tidak bisa dibuka. “Saya pikir koneksi saya, ternyata semua, sempat panik saja, karena ini baru pertama kali,” katanya.

Hal sama juga terjadi di SMP 1 Wiradesa, yang sempat offline hingga pukul 9.30 WIB. Sehingga UNBK sesi pertama di hari pertama itu, molor cukup lama. “Siswa sempat panik. Tapi kita sudah berikan arahan dan motivasi. Dan mereka pun bisa melaksanakan UNBK dengan lancar setelah server normal. Untuk menanggulangi molornya pelaksanaan di sesi pertama, jam jeda ke sesi kedua dipersingkat. Sehingga, sesi ketiga dapat selesai sore hari,” ujar Kepala SMP 1 Wiradesa, Darsono.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang melakukan pemantauan langsung UNBK di beberapa sekolah Kabupaten Pekalongan membenarkan, bahwa pelaksanaan UNBK hari pergtama terjadi kendala server mati dari pusat. Sehingga pihaknya hanya menunggu, tidak dapat melakukan apapun.

“Karena server pusat ya kita menunggu saja, dan sudah ada permintaan maaf dari pusat. Kemudian karena hampir semua peserta UNBK baru pertama kali mengikuti ujian dengan model tersebut, jadi panik. Tapi pada dasarnya semuanya berjalan lancar tanpa kendala,,” terang bupati.

Asip yang didampingi Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, menyebutkan bahwa tahun lalu hanya satu sekolah untuk pelaksana model UNBK. Sedangkan tahun ini mengalami peningkatan pesat sampai 67 sekolah di Kabupaten Pekalongan.

Sedangkan untuk 56 sekolah lain masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sehingga pihaknya memberikan apresiasi positif terhadap Dindikbud, lantaran keberhasilan yang telah dilakukan dalam waktu setahun.

“Ini prestasi bagi Dindikbud, karena untuk penyelenggaraan UNBK dibutuhkan kesiapan properti dan anggaran, semuanya harus siap. Baik perangkat, jaringan, maupun listriknya. Jadi nanti setiap tahun anggarannya akan saya naikkan,” ungkap Asip.

Dijelaskan, pelaksana UNBK di Kabupaten Pekalongan tidak hanya sekolah di daerah bawah saja, daerah atas juga sudah melaksanakan UNBK, bahkan pada pelaksanaan hari pertama Senin kemarin berlangsung lancar, tidak ada kendala.

Sementara Kepala Dindikbud Sumarwati menambahkan, bahwa dalam pelaksanaan UNBK pihaknya sudah melakukan persiapan matang, baik mempersiapkan siswa, perangkat, koneksi, serta lainnya, termasuk penyediaan genset melalui anggaran APBD, serta koordinasi PLN, juga pihak pemegang jaringan koneksi iternet. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito