Ajukan Bantuan Rp5 M, Bangun Pelabuhan Higienis

by

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang akan mengajukan tambahan anggaran dana bantuan sebesar Rp 5 miliar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pembuatan pelabuhan ikan higienis.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa sebenarnya Pemerintah Kabupaten Batang pada tahun 2018 telah mendapatkan anggaran bantuan pelabuhan ikan higienis dari KKP, yang nilainya mencapai Rp 1 miliar. Namun dana tersebut belum bisa sepenuhnya mencukupi keperluan yang dibutuhkan.

“Oleh karenanya, jika berkenan kami akan mengajukan alokasi anggaran kembali untuk pembangunan pelabuhan ikan higienis. Karena program itu kan juga dari pemerintah pusat,” ungkapnya, Minggu (22/4).

Wihaji menjelaskan, dengan jumlah nelayan di daerah yang sudah mencapai sekitar 10 ribu orang dengan dibarengi kebutuhan ikan yang cukup tinggi, maka penambahan anggaran alokasi pelabuhan ikan higienis masih dibutuhkan oleh mereka.

“Kami akan berupaya untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah pusat, agar alokasi anggaran dana bantuan itu bisa terealisasi,” terangnya.

Ia mengatakan anggaran bantuan pelabuhan ikan higienis tersebut nantinya akan dimanfaatkan juga untuk membangun sarana pendukung di sekitar pelabuhan seperti tempat swafoto.

“Yang jelas, apabila pemerintah merealisasikan anggaran pelabuhan ikan, maka akan kita gunakan untuk membangun sarana pendukung sektor pariwisata karena kita punya Program Visit to Batang 2022,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bina Mutu Direktorat Jenderal Penguat dan Daya Saing Produk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ines Ramaniya mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen membantu pemerintah daerah yang memiliki program yang sama pada bidang kelautan dan perikanan.

“Namun untuk pengajuan bantuan dana tambahan TPI higienis tersebut akan menjadi kebijakan penuh Menteri Kelautan dan Perikananan Susi Pudjiastuti,” ungkap Ines.

Menurut dia, kondisi pelabuhan perikanan Kabupaten Batang memiliki potensi yang cukup bagus karena adanya perpaduan pengembangan pantai dan laut. “Jika hal itu dipadukan, maka akan menjadi daya tarik wisatawan. Jika Pekalongan memiliki daya tarik batik maka Kabupaten Batang dapat menyuguhkan perpaduan pengembangan pantai dan laut,” katanya.

Ia mengatakan dirinya merasa terkejut dengan potensi Pantai Sigandu yang memiliki daya tarik wisata yang luar biasa yang dipadukan dengan arena wisata Dolphin Center.

“Saya baru tahu jika Batang memiliki potensi pariwisata laut yang luar biasa. Oleh karena, kami bertanya pada owner kenapa tidak melakukan kerja sama dengan biro perjalanan wisata agar pariwisata setempat dipaketkan dengan wisata daerah lain seperti Semarang,” tandasnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo