Riangnya Siswa, Mobil Pusling Kunjungi Sekolah Mereka yang terisolir

by
Mobil Pusling
ANTUSIAS - Siswa SDN Pranten 01 antusias menyambut layanan mobil pusling Perpusda Batang saat jam istirahat, Sabtu (21/4) lalu. AKHMAD SAEFUDIN
Mobil Pusling
ANTUSIAS – Siswa SDN Pranten 01 antusias menyambut layanan mobil pusling Perpusda Batang saat jam istirahat, Sabtu (21/4) lalu.
AKHMAD SAEFUDIN

BAWANG – Kehadiran jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang berikut layanannya di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, sukses merianggembirakan warga setempat. Tak terkecuali para siswa dari 4 SD yang selama ini terisolir, mereka amat girang menyambut layanan mobil perpustakaan keliling (pusling) di sekolah, Sabtu (21/4) lalu.

Kegembiraan para siswa itu seolah mengobati kelelahan para punggawa Perpusda yang bahkan harus bertaruh nyawa melintasi medan jalan yang terjal dan curam. Dari 4 SD, yakni Pranten 1, 2, dan 3 serta SDN Bintoromulyo, semuanya didatangi layanan pusling.

Tantangan terberat terutama SDN Bintoromulyo. Sebelumnya warga bahkan telah mengingatkan jalur sulit itu masih tak bisa diakses karena baru tertimpa longsor. Tapi demi memenuhi layanan itu, petugas pusling tak bergeming.

Kepala Disperpuska Batang, Rahmat Nurul Fadilah S Pd M Si, pun nekat menyusul mendatangi 4 SD tersebut. “Medanya sangat berat, benar-benar menguji adrenalin. Tapi inilah tugas, wujud kepedulian kami melayani sekolah yang terisolir ini. Tapi melihat kegembiraan para siswa berrebut buku, kelelahan itu seperti terbayarkan,” kata Rahmat, usai perjalanan menegangkan itu.

Dikin Eblek, petugas yang membawa mobil pusling ke SDN Bintoromulyo pun menuturkan pengalamannya nyaris celaka karena medan yang berbatu dan sangat curam. Sepulang dari layanan, dia melaporkan bamber mobil yang sedikit penyok karena menghantam batu goncangan saat melewati lubang dan bebatuan. “Lebih tegang lagi pas amu pulang, tempat yang sempit membuat mobil sulit belok. Belakang bangunan, depan terjun,” tuturnya.

Dua hari satu malam di ujung selatan Kabupaten Batang itu, Disperpuska memang benar-benar mengabdi. Selain layanan baca, mereka juga memberikan kelas mendongeng di SDN Pranten 02 yang dipandu Ibu Marhaeni dari HIMPAUDI. Sebelumnya, Jumat (20/4) malam, Kepala Disperpuska menyerahkan beasiswa dari Bupati Wihaji melalui Bank Jateng kepada 30 anak SD dan SMP.

Selain itu, para pegiat Bengkel Kriya, sebuah ruang aktivitas paska baca Perpusda juga memberikan 2 kelas memasak untuk para ibu rumah tangga di Dukuh Rejosari, yakni membuat mie ayam lezat dan higienis serta abon ikan tongkol. Sementara pegiat Perpusdes memberikan pelatihan hasta karya. Sementara dari Bidang Kearsipan juga melatih perangkat desa untuk menata dan menertibkan arsip pemerintah desa.

“Suhu Pranten memang cukup ekstrim, tapi alhamdulillah semangat kami tak surut. Lebih membahagiakan saat menyaksikan warga dan para siswa merespon setiap acara dengan antusiasme tinggi. Meski di desa terpencil, tapi semangat belajar mereka luar biasa, ini menginspirasi kami,” terang Rahmat.

Kegiatan Bhakti Perpuska untuk Negeri yang dilaksanakan selama 2 hari di Desa Pranten itu memang menjadi kado istimewa HUT dari Disperpuska untuk warga Pranten. Karena manfaatnya, Rahmat menyampaikan kemungkinan untuk menjadikan kegiatan itu sebagai tradisi tahunan di setiap momen Hari Jadi Kabupaten Batang. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo