Sukses Berkat Gerakan PADI ASI

by
Siti Ismuzaroh SPd MPd, Kepala SMAN 1 Batang
Siti Ismuzaroh SPd MPd, Kepala SMAN 1 Batang
Siti Ismuzaroh SPd MPd, Kepala SMAN 1 Batang
Siti Ismuzaroh SPd MPd, Kepala SMAN 1 Batang

*SMAN 1 Batang

LIMA tahun sudah Siti Ismuzaroh SPd MPd menjadi Kepala SMAN 1 Batang. Banyak torehan prestasi yang berhasil ditorehkan sekolah yang kerap disebut Smantang ini selama kepemimpinannya. Mulai dari lima tahun berturut-turut menjadi Juara Umum Popda, Tiga tahun berturut-turut membawa pulang medali OSN jenjang Nasional dan masih banyak prestasi lainnya.

Kunci sukses perempuan yang disapa Bu Is ini salah satunya dengan melakukan gerakan Patuhi Aturan, Diskusi, Akuntabel, Sosialisasi, dan Implementasi (PADI ASI). Gerakan PADI ASI ini merupakan implementasi dari Good School Governance (GSG) yang dilakukan untuk menuju sekolah efektif.

“Cara yang kami pakai yaitu memberdayakan korporasi dengan cara mengimplementasikan prinsip-prinsip GSG melalui gerakan PADI ASI. GSC ini diperlukan membangun kepercayaan masyarakat dan dunia pendidikan sebagai syarat mutlak bagi lembaga pendidikan untuk berkembang dengan baik dan sehat. GSG sendiri intinya itu semacam sistem, proses, dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders). Jadi intinya kami libatkan setiap elemen untuk bekerja sesuai dengan job desknya masing-masing dan bersama membangun sekolah,” terangnya.

Dengan prinsip tersebut, ada beberapa poin utama yang harus diterapkan. Yakni Sekolah bermitra dengan komite sekolah dengan berprinsip kemandirian, Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, serta Kewajaran.

Dengan penerapan hal tersebut selama kepemimpinannya, banyak perubahan kondisi secara prestasi dan karakter SMAN 1 Batang. Seperti peningkatan nilai hasil UN, peningkatan siswa yang lolos OSN, dari lima siswa menjadi 12 siswa dan bahkan menggondol medali di tingkat nasional.

Tak hanya dari segi siswa, setelah penerapan GSG PADI ASI sendiri jumlah guru yang rajin membuat PTK dan Buku serta Modul pun meningkat. Dari PTK yang awalnya 18 persen kini menjadi 56 persen, dan untuk Buku serta Modul dari nihil menjadi 78 persen.

“Alhamdulillah sekolah kami juga sudah menjadi rujukan beberapa sekolah lainnya seperti dari Blora dan Kendal. Pasalnya selain itu kami juga menerapkan Sekolah Pengembang PAI Unggulan terbaik Nasional. Dan untuk perpustakaan pun kami terbaik 4 tingkat Provinsi. Itu semua kami raih bukan hanya dari kinerja saya sebagai kepala sekolah. Tapi juga dukungan dari berbagai elemen sekolah lainnya,” pungkas kepala sekolah beprestasi Jawa Tengah tahun 2017 ini. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin