Radar Kajen

Bangun Budaya Melalui Kreativitas Design Batik

Desing Batik

MENYERAHKAN – Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Hj Munafah Asip Kholbihi menyerahkan penghargaan kepada pemeñang design batik.
TRIYONO

KAJEN – Sebagai bentuk untuk membangun budaya Kota Santri, Tower Bersama Indonesia Group (TBIG) menggelar Lomba Design Batik. Kegiatan sebagai salah satu wadah pencipta batik di seluruh Indonesia.

Chief of Business Support TBIG, Lie Si An, usai pengumuman pemenang lomba design batik menyatakan bahwa lomba design batik ini merupakan salah satu pilar untuk membangun budaya bersama. Tujuanya tak lain ingin berkontribusi untuk mendorong industri kreatif Indonesia yang khususnya bidang batik.

“Melalui lomba ini maksimal akan tercipta motif- motif batik design baru, selain itu pastinya dengan kegiatan ini muncul generadi muda yang ahli dalam design batik. Kegiatan ini juga akan menjadi suatu wadah yang bisa menyalurkan kreativitasnya peserta,” ungkapnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyatakan bahwa pengumuman juara lomba design batik diselenggarakan oleh Tower Bersama Indonesia 2018 ini sangat mengena bagi Kabupaten Pekalongan. Terutama untuk mengekspolre karya- karya anak muda, karya generasi milenial berkaitan dengan menjaga tradisi batik yang merupakan ruh UMKM.

“Bisa kita lihat meskipun dari Kabupaten Pekalongan ini namun karya- karya generasi muda milenia ini mampu melahirkan karya batik yang modern akantetapi tidak meninggalkan pakem tradisional seni batik. Untuk itu saya berharap bahwa pemasaran batik ini dikembangkan lebih nyata terutama dengan melakukan sinergi bersama pemerintah baik pusat atau daerah,” terangnya.

“Kalau semua bersinergi saya yakin semua akan mengangkat hasil produksi batik yang ujungnya kita bisa meningkatkan kesejahteraan perajin batik. Bertepatan dengan hari Kartini ini saya menaruh perhatian dan penghargaan setinggi- tingginya bagi para kaum perempuan yang ulet tekun yang menjalani batik ini untuk mencari nafkah sekaligus menghidupi keluarga di sektor indistri batik dan ini menjadi tulang punggung keluarga,” lanjut Asip.

Ia menambahkan karya pemenang dari lomba design batik ini bisa diproduksi. Disamping pemenangnya mempunyai hak karena design yang dipakai kemudian diexplore yang sebesar- besarnya memberikan penghargaan yang memadai kepada para designer muda itu.

Sementara pemenang dalam lomba design batik itu untuk kategori Kontemporer diraih oleh Saela judul Lung-lungan dari Pekalongan. Muhammad Furqoon judul Bima Sakti dari Pekalongan, dan Ficky Juliansyah Judul Go Green.

Kemudian kategori Tradisional diraih oleh Dwi Fitrianingsih judul Kombinasi Ceplok Yekso dari Klaten, Damar Sungkowo judul Seling Kawung dari Oku Timur dan M. Hafizhuddin Amin judul Telaga Biru dari Pekalongan. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments