Panwaslu Hormati Putusan Hakim

by
Arief Muthofifin, Anggota Panwaslu Kab Kendal
Arief Muthofifin, Anggota Panwaslu Kab Kendal
Arief Muthofifin, Anggota Panwaslu Kab Kendal
Arief Muthofifin, Anggota Panwaslu Kab Kendal

*Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye

KENDAL – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kendal menghormati putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendal yang membebaskan terdakwa Zainudin dalam kasus dugaan pelanggaran kampanye di Pengadilan Negeri (PN) Kendal, belum lama ini. Meski demikian, Panwaslu berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan banding atas putusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Hal itu diungkapkan anggota Panwaslu Kabupaten Kendal, Arief Muthofifin, Jumat (20/4). “Dalam fakta persidangan menunjukkan unsur-unsur yang didakwakan telah terpenuhi. Kegiatan kampanye dengan membagikan uang Rp 50 ribu atau kata lainnya money politics. Ancaman hukuman minimal penjara 3 tahun dan denda rp 200 juta,” kata dia.

Meski demikian, Arief tak sepaham dengan dasar putusan bahwa majelis hakim yang menganggap terdakwa Zainudin tidak ada unsur kesengajaan ketika membagikan, karena hanya disuruh Rubiyanto. Padahal, fakta persidangan yang tidak boleh diabaikan adalah terdakwa tahu ada stiker, brosur dan amplop. “Terdakwa juga bertanya kepada Rubiyanto, Rubiyanto menjawab: “Tidak apa-apa.” Artinya, unsur kesengajaan bisa masuk di sini,” jelas dia.

Senada diungkapkan Ketua Panwaslu Kendal Ubaidilah. Ia mengaku kecewa dengan putusan bebas terdakwa Zaenudin oleh Majelis Hakim PN Kendal. Meski demikian, pihaknya tetap menghormati atas putusan hakim tersebut. “Secara hukum kami (Panwaslu) tetap mendorong JPU untuk melakukan upaya hukum banding,” imbuh dia.

*Intropeksi

Sementara itu, dalam rangkaian milad PKS ke-20 dengan mengusung tema “Ayo Menjadi Lebih Baik”, DPD PKS Kendal mengajak seluruh stakeholders PKS untuk instropeksi diri. Hal ini disebabkan karena menjelang pelaksanaan milad, PKS Kabupaten Kendal mendapat ujian dugaan kasus money politik kadernya.

“Sebagai institusi politik, jajaran DPD PKS Kendal akan lebih banyak belajar terhadap regulasi yang berlaku,” kata Sulistyo Aribowo, Ketua DPD PKS Kendal.

Dikatakan, setiap kader dan simpatisan harus lebih hati hati dalam melaksanakan kegiatan agar tetap sesuai regulasi yang berlaku. Apalagi ini sudah merupakan tahun politik. Terkait proses yang menimpa kadernya, ia selalu mengikuti dan menghormati proses hukum yang berlaku. “Pada malam Minggu (21/4) akan diadakan malam renungan dan tasyakuran milad PKS di Kantor DPD PKS Kendal. Rangkaian selanjutnya berupa kegiatan bakti sosial dan jalan sehat,” ungkap dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito