Sejateng, Angka Kematian Ibu di Kendal Peringkat Tujuh

by
Sejateng, Kendal Peringkat Tujuh
MELEBIHI TARGET - Bakti Sosial KB PD Aisyiyah Kendal diikuti lebih dari 50 peserta. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
Sejateng, Kendal Peringkat Tujuh
MELEBIHI TARGET – Bakti Sosial KB PD Aisyiyah Kendal diikuti lebih dari 50 peserta.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KALIWUNGU – Pernyataan menarik dilontarkan Ketua Majelis Kesehatan PW Aisyiyah Jawa Tengah, Sri Rejeki, saat Bakti Sosial KB Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kendal. Berdasarkan catatan statistik, tahun 2017 Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Kendal turun dari sebelumnya peringkat 5 Se Provinsi Jawa Tengah, saat ini pada peringkat tujuh.

“Nampaknya AKI di Jawa Tengah rangking satu ini masih Brebes. Tapi, dalam catatan statistik, Kendal di tahun 2017 pada peringkat tujuh dari tahun sebelumnya lima,” katanya.

Diungkapkan, salah satu indikator derajat bangsa adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Secara rasional, karena ibulah yang diharapkan akan melahirkan generasi berikutnya, yakni generasi yang sehat dan kuat. Sehingga generasi yang akan datang akan menjadi generasi yang berakhlakul karimah di dalam memimpin bangsa dan sekaligus mensejahterakan masyarakat. Kegiatan dalam rangka Milad Aisyiyah ke-04 dan Milad RS Muhammadiyah Darul Istiqomah ke-23 digelar di rumah sakit tersebut, Kamis (19/4). Hadir Tim Monev dari DP3A Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, Joko Budi P, BKKBN Listiya Ayu dan dari DP2KB P2PA Kendal.

Sri Rejeki mengatakan, yang perlu menjadi perhatian bersama jika AKI tinggi maka yang menjadi sorotannya adalah kematian ibu. Dengan kata lain ibu yang selalu menjadi indikator dalam kesehatan ini. Sehingga sebagai masyarakat baik yang berkecimpung di bidang kesehatan atau masyarakat umum harus ikut berpartisipasi penurunan angka kematian ibu. Di dalam menguatkan reproduksi itu salah satunya yang menjadi penguat adalah kepesertaanya di dalam KB. “Diharapkan akan tercipta keluarga yang kecil dan sejahtera. Memang KB setelah tahun 1998 kurang terperhatikan dan kini bangkit kembali. Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan KB yang lebih baik akan menciptakan keluarga kecil bahagia sejahtera dan akan tercipta generasi yang kuat,” tandas dia.

Sri Rejeki mengungkapkan, kegiatan ini merupakan rangkaian kerjasama dengan DP3A Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah. Salah satu kegiatanya adalah bakti sosial dan KB. Ini juga merupakan program kerja dari Majelis Kesehatan Pusat, Wilayah dan Daerah Aisyiyah. Bakti sosial ini juga dismulasi dengan adanya monitor dan evaluasi (monev) pelayanan KB. Pada dasarnya, Monev dilakukan untuk seluruh daerah di Jawa Tengah, akan tetapi secara khusus ada enam daerah yang dilakukan Monev, salah satunya adalah Kendal.

“Jadi kita bersinergi dengan pemerintah untuk ikut serta di dalam menguatkan program-program pemerintah, salah satunya program KB,” terang dia.

Ketua PD Aisyiyah Kendal, Muslihah mengatakan, melihat fenomena, kesadaran masyarakat untuk merencanakan jumlah anak (jarak keklahiran) ada kemajuan. Kegiatan ini sebagai awal dari Milad Aisyiyah Kendal. Puncaknya pengajian akbar. Ini sebagai wujud gerakan PD Aisyiyah dalam bidang kesehatan. Karena masyarakat Kendal masih sangat kurang mendapatkan akses layanan kesehatan. Bakti Sosial KB kerjasama dengan DP3A Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah dan BKKBN. Cakupan pelayanan bervariasi, KB inplant, IUD, dan Papsmear.

“Ini wujud kepedulian kami dari Aisyiyah. Kami mohon dukungan dari pimpinan Majelis Kesehatan PW Jawa Tengah, sehingga semakin bertumbuh dan dapat terus melayani dalam bidang kesehatan masyarakat. Sehingga kesehatan masyarakat berkualitas. Target awal 50 peserta, tapi ini justru melebihi target,” kata dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito