Radar Batang

Kecamatan Batang Butuh Masterplan

Budiyanto TM SIP MM

Budiyanto TM SIP MM

Dukung Detail Penataan Wajah Kota

Kecamatan Batang siap mengamankan kebijakakn penataan wajah kota yang digulirkan Bupati Wihaji di tahun 2018 dan terutama 2019 nanti. Untuk mendukung program tersebut, pihak kecamatan karenanya mengajukan pembuatan masterplan sebagai panduan detail pembangunan yang harus mereka lakukan.

“Dokumen masterplan inilah yang merangkum bagaimana detail pembangunan di desa dan kelurahan agar berdaya dukung terhadap perencanaan strategis yang dicanangkan Pak Bupati. Dokumen itu akan menjadi panduan kepastian detail pembangunan, roadmapnya jadi jelas,” ungkap Camat Batang, Budiyanto TM SIP MM, Kamis (19/4).

Dia menilai, kebijakan Bupati Wihaji menata wajah kota sudah sangat tepat. Sebab sebagai ibukota kabupaten, Kecamatan Batang menurut Budiyanto akan terus tumbuh kembang menjadi maju. Terlebih, upaya mempercantik wajah kota itu juga berdaya dukung terhadap dua program unggulan Bupati, yakni wisata dan investasi.

“Artinya, dalam hal penataan wajah kota ini kan Pak Bupati sudah punya renstra, maka aparat di bawah tidak ada kata lain selain mengamankan dan mensukseskan rencana itu. Caranya, selain mengintegrasikan diri dengan perencanaan strategis, kecamatan juga mencoba proaktif di detailnya. Makanya kita usulkan pembuatan mastarplan,” terang dia.

Menurut Budiyanto, sebagai ibukota kabupaten, Kecamatan Batang membutuhkan dokumen masterplan yang di dalamnya juga memuat potensi dan kebutuhan masyarakat kota. Bagaimana rencana pembangunan alur jalan, trotoar, taman, saluran dan drainase, semua itu butuh detail, sehingga arah pembangunan di tingkat desa dan kelurahan di Kecamatan Batang nantinya memiliki arah yang jelas dan sinergis dengan rencana strategis kabupaten.

“Ini jadi roadmap pembangunan juga. Jadi misalnya ada musyawarah pembangunan di arus bawah, mereka sudah memiliki panduan detailnya. Tanpa masterplan, kami khawatir realisasi pembangunan nantinya kurang optimal,” ujarnya.

Lanjut Budi, masterplan itu juga tak lepas dari karakteristik Kecamatan Batang yang tidak hanya memiliki pemerintah desa, melainkan juga kelurahan. Sementara desa-desa mulai menunjukkan geliat pembangunan seiring kucuran dana desa (DD), kelurahan yang berada di bawah kecamatan tetap harus tunggu antrian untuk membangun.

“Alhamdulillah, selain anggaran dari APBD, masyarakat bnawah juga memiliki kesadaran untuk membangun secara swadaya, terutama yang kecil-kecil. Ini potensinya luar biasa, menjadi modal sosial guyub rukun sebagaimana digariskan Pimpinan Daerah, bahwa pembangunan itu ya pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments