Wirausaha Dibutuhkan Mental

by
Wirausaha Dibutuhkan Mental
PAPARKAN - CEO Laxita Kayana Corporation Guntur Raditya Wardhana paparkan materi di Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula Tahun 2018. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
Wirausaha Dibutuhkan Mental
PAPARKAN – CEO Laxita Kayana Corporation Guntur Raditya Wardhana paparkan materi di Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula Tahun 2018.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal menggelar Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula Tahun 2018, di Tirto Arum Baru Kendal, kemarin. Hadir Kepala Disporapar Tavip Poernomo, Ketua DPD KNPI Kendal Nanang Husni Faruk. Sebagai narasumber Guntur Raditya Wardhana CEO Laxita Kayana Corporation, Rondi Baperlitbang Kabupaten Kendal, Hella Ayu Setyanida Afterbreak Seafood, Arif Fajar Sociopreneur Ternak dan Olin Biojati Kendali Management. Acara diikuti 50 peserta, berusia 16-30 tahun dan memiliki usaha pemula bisnis.

Kepala Disporapar Tavip Poernomo mengatakan, ada banyak modal yang dibutuhkan untuk memulai berwirausaha. Baik modal finansial, modal sumber daya manusia (SDM), hingga yang paling mendasar adalah modal mental. Kesiapan mental dalam membangun sebuah usaha memang diperlukan, termasuk niat, keberanian, dan keteguhan hati untuk menjalankan usaha yang bisa jadi penuh tantangan. Banyak orang yang merasa memiliki modal, lalu memutuskan membuka usaha tanpa berpikir panjang dan tanpa kesiapan mental. Yang terjadi akhirnya adalah bisnis yang dijalankan justru berhenti di tengah jalan.

“Permasalahan tersebut yang melatarbelakangi Disporapar Kendal mengadakan Teknopreneur Muda Pemula 2018 ini. Acara ini untuk memfasilitasi generasi muda yang memiliki ketertarikan dalam bidang bisnis namun masih memiliki banyak ketakutan dan keraguan dalam menjalankan bisnis,” kata dia.

CEO Laxita Kayana Corporation Guntur Raditya Wardhana mengatakan, kesiapan mental dibutuhkan untuk meminimalisasi setiap keraguan dalam menjalankan bisnis. Karena akan ada banyak ketakutan-ketakutan yang dihadapi, salah satunya ketakutan tidak memiliki modal, bagaimana mengembangkan bisnis yang dijalankan dan lain sebagainya. Yang utama dalam membangun bisnis adalah niat dan proses yang kita jalankan harus benar.

“Kegiatan ini tidak sekadar menyiapkan generasi muda untuk memulai bisnis secara mandiri, namun juga meningkatkan kompetensi mereka melalui kompetisi berwirausaha,” kata dia.

Sementara keempat pembicara lain juga sepakat bahwa berani mencoba dan tidak melewatkan setiap peluang adalah sikap mental utama yang harus dibangun untuk memulai sebuah bisnis. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito