Pertama Kali, Dua Siswa SLB Negeri Batang Ikuti UN

by
UN SLB
BICARA - Salah seorang pengawas saat memberikan petunjuk dengan bahasa isyarat kepada peserta UN jejang SMA di SLB Negeri Batang. NOVIA ROCHMAWATI
UN SLB
BICARA – Salah seorang pengawas saat memberikan petunjuk dengan bahasa isyarat kepada peserta UN jejang SMA di SLB Negeri Batang.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Tahun 2018 ini, Untuk kali pertama SMA LB Negeri Batang melaksanakan ujian nasional (UN). Meski sudah meluluskan dua angkatan, tahun ini pihaknya baru dapat menyelenggarakan UN. Tahun ini sendiri ada dua siswa jenjang SMA LB yang mengikuti UN, dengan golongan SLB B, atau Tunarungu.

Didampingi dua pengawas, dua siswa SMA LB B ini mengikuti UN hari pertama, mata ujian Bahasa Indonesia. Kehadiran guru pengawas ini, selain mengawasi ujian juga dilakukan untuk menterjemahkan kalimat atau bahasa yang kurang dimengerti oleh para peserta ujian.

“Alhamdulillah tahun ini sekolah kami dapat melaksanakan UN. Untuk UN sendiri memang masih menggunakan kertas dan pensil. Dan kali ini pertama kali digelar karena tahun ini kelas 12 berisi siswa SMA LB B, sementara untuk tahun sebelumnya hanya ada siswa SLB C atau tuna grahita yang belum mampu melakukan UN,” terang Kepala SLB Negeri Batang, Sujarwo SPd.

UN jenjang SMA LB sendiri digelar mulai 9-11 April. Ada tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Selain menggelar Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP), SMA LB Negeri Batang juga menggelar kegiatan Ujian Sekolah untuk dua siswa SLB C.

Sujarwo berharap, meski standar yang dipikul sama dengan siswa SMA lainnya, namun ia berharap dua siswanya mampu mencapai standar yang telah ditentukan. Pihaknya pun telah melakukan serangkaian kegiatan penambahan materi dan lainnya.

“Kami upayakan untuk setara dan sejajar dengan sekolah umum lainnya. tapi memang jika untuk berbasis komputer kami belum bisa, karena keterbatasan kemampuan anaknya. Kami berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk mendukung mereka, dan menyesuaikan kemampuan anak-anak kami yang luar biasa ini.

Pihaknya berharap setelah lulus nanti, anak didiknya ini bisa melanjutkan hidup dengan bekerja. Pasalnya mereka sudah memiliki wadah dan memiliki bakat dan keahlian masing-masing yang membentuk mereka untuk lebih mandiri.

“Harapan kami supaya bisa lulus dan segera bekerja. Insya allah meski mereka punya keterbatasan mereka punya kemandirian yang luar biasa. Dan kami harap anak didik kami bisa sejajar dengan anak-anak lainnya,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati & Redaktur: Dony Widyo