Harga Bawang Putih Melejit

by
Harga Kebutuhan Pokok
HARGA PADA NAIK - Musonif (48), salah seorang penjual di Pasar Kedungwuni, Pekalongan, mengaku harga sejumlah kebutuhan pokok di los dagangannya mulai merangkak naik. MUHAMMAD HADIYAN
Harga Kebutuhan Pokok
HARGA PADA NAIK – Musonif (48), salah seorang penjual di Pasar Kedungwuni, Pekalongan, mengaku harga sejumlah kebutuhan pokok di los dagangannya mulai merangkak naik.
MUHAMMAD HADIYAN

Normal Rp9Ribu, Kini Rp42 Ribu/Kg

Bulan Ramadan masih sebulan lagi, namun harga sejumlah kebutuhan dapur mulai melejit. Salah satunya harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan yang meroket tajam hingga di kisaran Rp42ribu per kilogram. Padahal, normalnya hanya Rp 9 ribu per kilogram di akhir tahun 2017 lalu.

Musonif (48), salah seorang penjual di Pasar Kedungwuni, Pekalongan, mengatakan, harga bawang putih ini yang paling tajam mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi secara bertahap, dari Rp9ribu hingga Rp42ribu per kilogram.

“Kemungkinan kenaikan ini dikarenakan musim yang tidak menentu, dan cuaca tidak mendukung panen. Pengirimannya pun sering terlambat,” kata Musonif, kemarin.

Selain bawang putih, bawang merah juga mengalami lonjakan harga, dari Rp24ribu per kilogram, menjadi Rp28ribu per kilogram. “Bawang merah juga naik, namun tak terlalu signifikan,” lanjut dia.

Sementara harga komoditas cabai juga mulai naik. Mulai dari cabai merah dari Rp32ribu menjadi Rp40ribu per kilogram, dan cabai hijau dari Rp20ribu jadi Rp24ribu per kilogram. Sedangkan cabai setan, justru turun, dari harga Rp48ribu jadi Rp40ribu per kilogramnya.

“Tomat juga naik, tapi tidak terlalu banyak. Dari Rp7ribu jadi Rp9ribu per kilogram. Sementara jeruk wedang turun, dari Rp10ribu jadi Rp8ribu per kilogram. Kalau harga wortel masih utuh, yakni Rp10ribu per kilogram,” jelasnya.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan dapur di los dagangannya ini tak jarang mendapat keluhan dari pembeli. Meski demikian, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan dapur tersebut relatif stabil. “Ya tak sedikit sih yang protes. Tapi, dibeli juga. Karena khususnya bawang butuh, udah masuknya kebutuhan pokok bagi warga,” kata Musonif.

Salah seorang pembeli di pasar tersebut, Iliyana (32), mengaku resah dengan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok di pasar. Pasalnya, Ramadan masih sebulan lagi, namun harga sudah mulai naik.

“Sebulan lebih baru puasa. Tapi harga sudah pada naik. Gimana nanti pas bulan puasa, pasti lebih naik lagi. Saya harap ada kontrol harga dari pemerintah untuk menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito