Anak-anak Dikenalkan Cara Tanam Padi

by
Anak-anak Dikenalkan Cara Tanam Padi
TANAM - Siswa KB Al Huda Wonoyoso saat melakukan tanam padi di Deswita Pandansari Batang, Kamis (5/4). NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN
Anak-anak Dikenalkan Cara Tanam Padi
TANAM – Siswa KB Al Huda Wonoyoso saat melakukan tanam padi di Deswita Pandansari Batang, Kamis (5/4).
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

WARUNGASEM – Puluhan siswa KB Al-Huda Wonoyoso menggelar kegiatan outing class di Desa Wisata Pandansari Warungasem, Kamis (5/4). Dalam kegiatan ini siswa diajak untuk belajar menanam padi di sawah dan melakukan outbound.

Outing Class kali ini diharapkan dapat mengajarkan anak-anak bagaimana menghasilkan beras yang menjadi bahan utama membuat nasi. Menghasilkan beras perlu melalui proses dan berbagai campur tangan orang lain. Hal inilah yang berusaha diajarkan kepada anak-anak. Agar anak-anak bisa lebih menghargai makanan dan ciptaan Allah lainnya.

“Selama ini kadang kan anak susah makan ya. Padahal orang tua sudah menyiapkan nasi. Dan nasi sendiri tersaji dengan berbagai proses yang terjadi sebelumnya. Mulai dari masih bibit padi, baru setelah itu diproses oleh petani menghasilkan beras hingga dimasak dan dihidangkan di rumah. Kalau mereka sudah mengerti kami harap mereka dapat menghargai jerih payah dari orang lain,” terang Kepala KB Al Huda, Nur Laili SPd.

Selain itu, dengan menanam padi diharapkan anak juga dapat beradaptasi dengan lingkungan. Tidak takut dan kuat mental untuk terjun ke lumpur. Meski ini pengalaman pertama bagi sebagian anak, mereka dapat menikmati pengalaman menanam padi di sawah ini.

“Awalnya mereka ada yang ogah-ogahan. Tapi setelah terjun ke lumpur mereka malah keasyikan. Rata-rata ini pengalaman baru bagi mereka, jadi mereka sangat antusias,” terangnya.

Setelah menanam padi pun anak-anak diajak adu ketangkasan dan bermain sambil belajar lewat kegiatan outbound. Selain menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, pihaknya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan chemistry. Khususnya antara anak dengan anak, ataupun anak dengan guru. Sehingga ke depan, meski sudah lulus mereka dapat saling menjaga silaturahmi dan berteman dengan baik.

“Kegiatan di luar macam ini biasanya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Karena hanya dilakukan beberapa kali dalam setahun. Sehingga diharapkan anak punya pengalaman berkesan, dan mereka dapat saling membangun chemistry,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin