FK-Metra : Sampaikan Informasi Melalui Kesenian Tradisional

by
FK-Metra
PENGUKUHAN - Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengukuhkan Forum Koordinasi Media Komunikasi Tradisional (FK-Metra) masa bhakti 2017-2020, Rabu Malam (4/4) di Gor Jetayu. LAILATUL MAFIYAH
FK-Metra
PENGUKUHAN – Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengukuhkan Forum Koordinasi Media Komunikasi Tradisional (FK-Metra) masa bhakti 2017-2020, Rabu Malam (4/4) di Gor Jetayu.
LAILATUL MAFIYAH

KOTA PEKALONGAN – Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengukuhkan Forum Koordinasi Media Komunikasi Tradisional (FK-Metra) masa bhakti 2017-2020, Rabu Malam (4/4) di Gor Jetayu. Salah satu tugas FK Metra ialah untuk menyampaikan informasi daerah kepada masyarakat melalui kesenian tradisional.

Walikota Pekalongan, HM Sealany Machfudz menuturkan, media tradisional sudah sejak lama hidup dan berkembang bersama masyarakat. Kesenian tradisonal yang dikemas dengan pertunjukan seni budaya pada dasarnya merupakan media tradisional yang berfungsi sebagai hiburan, kesenian, dan informasi. “Media tradisional merupakan karya budaya peninggalan leluhur harus dilestarikan, diberdayakan, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat oleh karenanya perlu diberikan wadah untuk menjaga dan melestarikanya,” tandasnya.

Walikota berharap FK Metra mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mengoptimalkan kinerjanya. Baik sebagai alat koordinasi, sebagai sarana penyebarluasan informasi serta mempublikasikan berbagai hal tentang kegiatan FK Metra.

Kepala Dinas Komunikasi dan informatika, Sri Budi Santoso mengatakan dibentuknya FK Metra tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan informasi yang positif tentang program-program Pemerintah Kota Pekalongan kepada masyarakat.

Ditambahkanya FK Metra memiliki tugas untuk meningkatkan peran serta media tradisional secara proporsional dalam proses pelestarian, pengembangan dan pendidikan pemanfaatan komunikasi , desiminasi informasi. Selain itu memeihara hubungan yang harmonis dan sinergis sesama komunitas media tradisional. “FK Metra ini menampung keanekaragaman potensi dibidang media tradisional serta melestarikan karya budaya leluhur bangsa sebagai kekayaan dan aset bangsa yang harus di pelihara,” tuturnya.

Lebih lanjut Sri Budi menjelaskan, komunikasi menggunakan media tradisional memiliki peran penting dalam masyarakat, menurutnya selain pesan dapat tersampaikan dengan baik juga menjadi media pendidik, alat pengendali sosial, serta tersampaikannya nilai-nilai budaya secara langsung. “Kesenian tradisional sebagai media diseminasi informasi. Pertunjukan seni budaya atau pertunjukan rakyat biasanya menggunakan bahasa daerah setempat, sehingga informasi yang disebarluaskan melalui media tradisional ini mudah dipahami oleh masyarakat,” katanya.

Ketua FK Metra Kota Pekalongan, Zaenal Muhibin menuturkan pengukuhan ini baginya adalah amanat yang harus ia jalankan. Melihat strategisnya peran FK Metra sekarang untuk menjadi forum diskusi kesenian tradisional. Targetnya saat ini terinventarisasi kesenian tradisional di setiap kampung di Kota Pekalongan, sehingga menjadi pemicu masyarakat untuk mengapresiasi seni dan budaya asli.

“Ini akan menjadi benteng dari budaya luar yang merusak budaya lokal. Pesan saya, terima yang modern yang baik-baik dan pertahankan yang tradisional yang baik-baik juga. Manfaatkan media kesenian tradisional sebagai penguat seni dan budaya Kota Pekalongan menjadi kepribadian yang kuat khas lokalnya,” pungkasnya. (mg4)

Penulis: Lailatul Mafiyah & Redaktur: Abdurrahman