Gunakan Medsos dengan Bijak

by -
Gunakan Medsos dengan Bijak
TANGKAL - Kesbangpol Kendal gelar rakor masalah strategis dan aktual, tangkal penyebaran berita hoax. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
Gunakan Medsos dengan Bijak
TANGKAL – Kesbangpol Kendal gelar rakor masalah strategis dan aktual, tangkal penyebaran berita hoax.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Perkembangan teknologi informatika termasuk komunikasi sekarang ini sangat pesat. Oleh karenanya, peningkatan kemampuan dan pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan suatu keharusan atau keniscayaan, karena jika tidak mengimbanginya perkembangan teknologi akan semakin tertinggal. Padahal internet telah membuat informasi berkembang lebih jauh dan cepat.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Masrur Masykur saat membuka Rakor Masalah Strategis dan Aktual, dengan tema “Menangkal Penyebaran Berita Hoax di Kabupaten Kendal”, yang digelar Kantor Kesbang dan Politik (Kesbangpol) Kendal, di Pendopo Pemkab, Selasa (3/4).

“Maraknya berita bohong (hoax) di media sosial (medsos) yang terjadi saat ini, seperti menebar ujaran kebencian dan sebagainya. Dalam hitungan menit, satu topik berita hoax saja bisa berkembang lebih luas dan dampaknya cukup dasyat,” kata dia.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, berita perampokan terhadap warga Desa Truko Kecamatan Kangkung beberapa waktu lalu sempat viral dan telah berkembang sangat jauh. Dalam hitungan menit, berita tersebut berkembang luas, bahkan ada yang menjadikan hoax. Berita hoax tersebut sangat viral, padahal cerita sebenarnya bukan penganiayaan terhadap ulama, akan tetapi itu adalah peristiwa kriminal murni bermotif perampokan oleh pelaku yang memang sudah direncanakan.

“Saya berharap kepada para kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Kendal, agar menggunakan media sosial dengan etika dan bijak. Hindari penyebaran isu sara, hindari pornografi, hindari juga foto atau vidio kekerasan,” ungkap dia.

Wabup menyatakan, pemerintah melalui pesan dari Presiden RI, gunakan media sosial dengan bijak, serta gunakan media sosial secara positif dan jangan menebar kebencian antar sesama umat. Seringkali keberagaman menjadi bagian yang sangat menarik bagi pihak yang ingin menarik untung ketika terjadi kesalahpahaman, pertentangan, perseteruan antar umat manusia. Apalagi di era media sosial yang telah berkembang semakin canggih dan semakin dijangkau, menjadi tantangan kita kedepan semakin berat. Sebab saat ini dengan mudahnya penghasut menebar isu-isu Sara melalui media sosial yang kemudian ditangkap oleh segala lapisan masyarakat yang berbeda-beda tingkat emosi keagamaannya.

“Lakukan kroscek lebih dulu terhadap pemberitaan yang beredar di media sosial, serta mempertimbangkan sumber dari berita tersebut,” tandas dia.

Sementara Kepala Kesbangpol Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan, tujuan rakor masalah strategis dan aktual ini adalah agar tercipta pemahaman dan persepsi tentang berita hoak dan ujaran kebencian. Kemudian apa dampak yang ditimbulkan dari berita hoax dan ujaran kebencian itu terhadap keberlangsungan bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito