Pendidikan Harus Sinergi dengak Akhlak

by
H Bukhori, Ketua KKM Madrasah Aliyah Kabupaten Pekalongan
H Bukhori, Ketua KKM Madrasah Aliyah Kabupaten Pekalongan
H Bukhori, Ketua KKM Madrasah Aliyah Kabupaten Pekalongan
H Bukhori, Ketua KKM Madrasah Aliyah Kabupaten Pekalongan

PENDIDIKAN merupakan bidang yang sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sehingga, tujuan pendidikan harus dirumuskan dengan sebaik-baiknya yang harus dapat berjalan sinergi antara pendidikan dengan akhlak.

Dijelaskan KKM Madsarah Aliyah Kabupaten Pekalongan, H, Bukhori saat ditemui Radar dikantornya baru-baru ini. Pendidikan yang ada di negeri ini memiliki cita-cita yang sangat mulia. Sebagaimana tercantum dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi pendidikan nasional berfungsi

mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

Namun, sistem pendidikan materialisme terbukti telah gagal mengembangkan potensi peserta didik yang memiliki kepribadian yang shaleh sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kasus murid menganiaya guru merupakan salah satu contoh problematika yang ada dalam dunia pendidikan, masih ada problematika lain yang melengkapi problematika dunia pendidikan di negeri ini. Kasus maraknya minuman keras di kalangan pelajar, tawuran, pergaulan bebas, konsumsi narkoba dan beberapa kenalakan remaja lainnya yang tak bisa kita nafikan, seolah menjadi konsumsi sehari-hari di berbagai media.

Dijelaskan Bukhori yang juga menjabat Kepala MAN Kabupaten Pekalongan bahwa Pendidikan Islam berusaha mewujudkan anak didik mempunyai pola pikir yang Islami dan pola sikap yang Islami pula. Pendidikan yang integral harus melibatkan tiga unsur pelaksana: yaitu keluarga, sekolah/kampus dan masyarakat. Ketiga unsur pelaksana tersebut belum berjalan secara sinergis, di samping masing-masing unsur tersebut juga belumlah berfungsi secara benar. Oleh karena di tengah masyarakat terjadi interaksi antar ketiganya, maka kenegatifan masing-masing itu juga memberikan pengaruh kepada unsur pelaksana pendidikan yang lain.

“Hal inilah yang harus sepatutnyan kita terus mengedepankan dengan pendidikan dengan norma akhlak sebagai karakter anak bangsa untuk menyongsong masa depan bagi generasi muda yang mempunyai nilai kesantunan akhlak perbuatan dengan ilmu pendidikan yang mumpuni,” pungkasnya. (jun)

Penulis: Ahmad Junaedi | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin