Diuji Lab DKP, Empat Merek Ikan Makarel Negatif Cacing

by
Cek Makanan Kaleng
CEK - Tim gabungan saat mengecek salah satu produk makanan kaleng ke sejumlah supermarket, pasar modern dan toko modern, Selasa (3/4). WAHYU HIDAYAT
Cek Makanan Kaleng
CEK – Tim gabungan saat mengecek salah satu produk makanan kaleng ke sejumlah supermarket, pasar modern dan toko modern, Selasa (3/4).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, melakukan uji lab terhadap empat merek ikan kaleng makarel yakni masing-masing Ranesa Makarel Saus Tomat, Ranesa Sarines Chili Sauce, Baba Makarel Tomato Sauce dan Botan Fried Sardines Sweet Sour. Tiga dari empat merek yang diuji oleh DKP Provinsi Jateng tersebut, masuk dalam daftar ikan makarel kaleng yang diindikasikan mengandung parasit cacing dalam daftar rilis dari BPOM RI meski belum dipastikan kode produk yang diuji sama dengan hasil rilis BPOM RI. Namun hasil uji lab oleh DKP, menunjukkan tidak ditemui kandungan cacing pada empat produk ikan makarel kaleng tersebut.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Usaha Kelautan Perikanan pada DKP Provinsi Jawa Tengah, Santoso mengungkapkan, hasil uji lab yang dilakukan DKP Jateng menunjukkan bahwa kondisi yang ditemui di satu wilayah tidak bisa dijadikan acuan untuk menggeneralisasi kondisi yang sama di semua wilayah. “Ini sekaligus menjadikan bukti bahwa informasi yang tersebar masih perlu disaring ulang,” katanya.

Santoso menyatakan, kondisi tersebut dapat mengancam upaya dari pihak-pihak terkait yang tengah berupaya kerasa memasyarakatkan gemar makan ikan. “Di satu sisi kita ingin menggerakkan industri perikanan dan memasyarakatkan gemar makan ikan. Namun di sisi lain, ada informasi seperti ini yang membuat kekacauan baik dalam pemahaman masyarakat maupun langsung terhadap industri perikanan,” tambahnya.

Hasil uji lab tersebut, dikatakan Santoso akan dikoordinasikan dengan sejumlah instansi terkait seperti BPOM dan Dinkes untuk menindaklanjuti dengan langkah berikutnya. Ia juga berharap, seharusnya jika ada kondisi yang sama instansi terkait bisa terlebih dulu mengkoordinasikan temuan dan dilakukan analisa bersama dengan instansi terkait sebelum dipublish.

“Untuk saat ini, informasi tentang ikan makarel kaleng yang berkembang memang belum terlihat dampaknya secara langsung. Namun kami melihat perlu segera dilokalisir dan diklarifikasi jika ada hal-hal yang berbeda. Sehingga informasi ini tidak berdampak pada kekacauan yang timbul di masyatakat. Dan kami harap masyarakat jangan takut untuk mengkonsumsi produk olahan ikan termasuk ikan dalam kaleng,” pesannya.

Juga terkait informasi yang berkembang, utamanya lewat media sosial, dikatakan Santoso harus disaring dan jangan diterima mentah-mentah. “Medsos sekarang sangat banyak. Peran kita bersama agar bisa menyikapi masalah seperti ini dengan baik guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi,” tandas Santoso. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman