Radar Batang

Merata, Progres Serapan DD Lambat

Drs H Tulyono MSi

Drs H Tulyono MSi

Baru 25 Desa yang Menerima Pencairan

Perubahan regulasi terkait dana desa (DD) tahun 2018 sepertinya memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dan pemerintah desa harus melakukan banyak penyesuaian di awal tahun. Akibatnya, proses pencairantermin pertama DD sedikit terhambat.

“Ya ini bukan hanya problem Batang, tetapi kabupaten lain juga sama. Artinya, progres penyerapan untuk termin pertama ini rata-rata lambat,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Drs H Tulyono M Si, Selasa (3/4).

Sesuai data laporan terakhir, sore kemarin, total desa yang telah mengajukan berkas administrasi untuk pencairan ke Dispermades baru 103 desa. Sementara yang tengah diproses di Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) setempat sebanyak 85 desa.

“Dari jumlah itu, tercatat baru 25 desa yang telah menerima pencairan,” imbuh Tulyono.

Progres itu terbilang lambat mengingat pemerintah desa kembali harus menghadapi pencairan DD termin 2 pada Juli nanti dan disusul Oktober untuk termin ketiga. Padahal, lanjut dia, anggaran DD sendiri sudah ditransfer dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekekning Kas Umum Daerah (RKUD) per 26 Januari lalu.

“Karena perubahan regulasi itu, pemerintah daerah maupun desa kan harus merevisi persyaratan administrasinya. Sementara pemkab merevisi perbup, desa merevisi APBDes, RAB dan lainnya. Proses ini tentu saja cukup menyita waktu, sehingga imbasnya pada tahapan pencairan termin 1 yang terhambat ,” terangnya.

Seperti diketahui, pencairan DD tahun ini kembali 3 termin meski di 2017 pemerintah daerah dan desa mulai menikmati tahap pencairan dua kali dalam setahun. Perubahan itu mendasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 226/PMK.07/2017 tentang Perubahn Rincian Dana Desa Menurut Kabupaten dan Kota Tahun 2018. Bukan hanya termin pencairan yang kembali ke awal, PMK itu juga mengatur komposisi besaran tiap termin yang berubah. Di 2015 dan 2016, dengan tiga termin pencairan, komposisinya 40%, 40%, dan 20%. Tetapi tahun ini berubah menjadi 20%, 40%, dan 40%.

Dengan progres yang ada, maka masih ada 136 desa yang belum mengajukan berkas ke Dispermades. Karena itu, Tulyono meminta pemerintah desa bisa mempercepat pengajuannya agar ada waktu yang cukup untuk realisasi kegiatannya. “Apalagi, komposisi termin 1 kan hanya 20%, sehingga waktunya harus dimanfaatkan seefektif mungkin,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments