Sarung Batik Jadi Seragam ASN Kota Pekalongan

by
Sarung Batik jadi Seragam ASN Kota Pekalongan
LAUNCHING - Walikota Pekalongan saat melaunching sarung batik sebagai busana khas Kota Pekalongan dalam momen peringatan hari jadi ke 112 Kota Pekalongan, Minggu (1/4). DOK HUMAS
Sarung Batik jadi Seragam ASN Kota Pekalongan
LAUNCHING – Walikota Pekalongan saat melaunching sarung batik sebagai busana khas Kota Pekalongan dalam momen peringatan hari jadi ke 112 Kota Pekalongan, Minggu (1/4).
DOK HUMAS

*Digunakan Sebulan Sekali
*Dilaunching dalam Momen HUT 112

PEKALONGAN – Sarung batik resmi dilaunching sebagai busana khas Kota Pekalongan, Minggu (1/4) dalam kegiatan kirab festival sarung batik. Launching ditandai dengan pemakaian sarung batik oleh Walikota Pekalongan dan Ketua TP PKK kepada perwakilan dua anak-anak yang tampil dalam teaterikal kirab festival sarung batik.

Tak hanya sebagai busana khas Kota Pekalongan, sarung batik juga secara resmi akan digunakan sebagai seragam ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan setiap Jumat pada minggu keempat tiap bulannya. Walikota Pekalongan, sudah menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan untuk menggunakan sarung batik sebagai pakaian dinas harian yang digunakan sekali dalam sebulan.

Kirab festival sarung, diikuti ratusan peserta dari OPD, kecamatan dan kelurahan hingga perwakilan dari sekolah. Mengambil start dari Stadion Hoegeng dan disaksikan ribuan masyarakat, rombongan kirab melewati sejumlah ruas jalan seperti Jalan Kemakmuran, Jalan Diponegoro dan finish di Kawasan Jetayu. Di Kawasan Jetayu, dilakukan launching yang diawali dengan teaterikal dan fashion show sarung batik.



Sebelum kirab, Minggu (1/4) pagi juga dilakukan istighosah bersama seluruh ASN dan perwakilan dari FKPD di Lapangan Jetayu. Dipimpin oleh Kyai Ghozali, istighosah dipungkasi dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur peringatan hari jadi Kota Pekalongan yang ke 112 oleh Walikota bersama Ketua DPRD Kota Pekalongan yang selanjutnya potongan tumpeng diserahkan kepada Ketua FKUB, Ahmad Marzuki.

Walikota mengatakan, launching sarung batik sebagai busaha khas Kota Pekalongan memang menjadi agenda utama dalam peringatan hari jadi ke 112. “Mulai April ini, Pemkot juga akan melakuman uji coba penggunaan sarung batik bagi ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan. Kami juga mengimbau kepada warga masyarakat, agar menggunakan sarung batik saat sholat Jumat,” tuturnya.

Dilaunchingnya sarung batik sebagai busana khas Kota Pekalongan, lanjut Walikota, merupakan salah satu upaya untuk menggelorakan kembali budaya sarung batik yang sudah lama terkikis. “Dulu saat kecil saya sering gunakan sarung batik bahkan hingga menikah juga menggunakan sarung batik. Penggunaan sarung batik bagi ASN, juga menjadi bukti bahwa sarung batik cocok digunakan dalam berbagai aktivitas baik formal atau santai,” katanya.

Selanjutnya, Walikota juga akan meminta kepada instansi vertikal, BUMN, BUMD dan juga perusahaan swasta agar mengikuti penggunaan sarung batik sebagai salah satu seragam untuk melayani masyarakat. “Kesemuanya selaras dengan visi terwujudnya Kota Pekalongan yang sejahtera, mandiri dan berbudaya berlandaskan nilai-nilai religiusitas,” kata Walikota.

Launching sarung batik sebagai busana khas Kota Pekalongan, mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab. Balgis mengatakan, dilaunchingnya sarung batik sebagai busana resmi Kota Pekalongan juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Ia berharap, melalui momentum ini kreativitas pengrajin sarung batik kembali bergairah sehingga mampu menciptakan produk yang berkualitas.

“Momentum ini menjadi daya pengungkit agar kreativitas dari pengrajin batik bisa meningkat dan mampu menciptakan produk yang dapat digunakan seluruh kalangan dan cocok serta nyaman untuk berbagai aktivitas. Semoga di hari jadi yang ke 112 dan telah dilaunchingnya sarung batik bisa menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat agar lebih meningkat lagi,” harap Balgis.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman