Tiap Kecamatan Gelar Gebyar Hari Jadi ke-112 Kota Pekalongan

by
Tiap Kecamatan Gelar Gebyar Hari Jadi
ROADSHOW - Walikota Pekalongan, melakukan roadshow ke setiap kecamatan dalam rangka gebyar hari jadi yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan, Sabtu (31/3). DOK HUMAS
Tiap Kecamatan Gelar Gebyar Hari Jadi
ROADSHOW – Walikota Pekalongan, melakukan roadshow ke setiap kecamatan dalam rangka gebyar hari jadi yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan, Sabtu (31/3).
DOK HUMAS

KOTA – Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Hari Jadi ke-112 Kota Pekalongan. Pasalnya perayaan yang digelar pada 1 april tiap tahunnya yang hanya dipusatkan pada satu tempat, pada perayaan tahun ini perayaan tersebut digelar secara serentak di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan dengan tajuk Gebyar Hari Jadi ke-112 Kota Pekalongan, Sabtu (31/03) malam.

Gebyar Hari Jadi digelar dengan Do’a bersama, pentas seni daerah seperti rebana, kuntulan, tari dan pertunjukan seni bela diri. Selain itu juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz. Sehingga pada malam tersebut Walikota Pekalongan Road Show ke masing-masing kecamatan untuk menyakikan pertunjukan serta membuka secara simbolis dengan pemotongan tumpeng.

Saelany mengatakan bahwa digelarnya gebyar hari jadi tersebut merupakan bentuk bahwa Even hari jadi bukanlah hajat Pemerintah Kota semata, melainkan hajat semua masyarakat Kota Pekalongan. “Dengan konsep tersebut, masyarakat benar-benar memiliki ruang untuk merayakannya. mereka merencanakan sendiri, hingga pelaksanaannya pun mereka yang menjalankan. Dan dari pemerintah memberikan sedikit anggaran untuk penyelenggaraan, selebihnya mereka diperkenankan mencari sponsor yang tidak mengikat untuk mendukung sukses acara yang mereka rencanakan,” jelasnya.

Dalam road show yang dilakukan Saelany, tak ketinggalan sarung khas Kota Pekalongan pun ia kenakan sebagai bentuk kebanggaan terhadap tradisi yang hingga kini masih terus bertahan. Ia mengatakan bahwa sarung batik Kota Pekalongan sangat anggun dan elegan saat dipakai untuk acara apapun.

“Saya sengaja memakai sarung batik ini, karena saya sangat bangga. Dan saya ingin menunjukkan bahwa dengan bersarung batik tidak harus disandingkan dengan baju koko dan peci saja, melainkan dengan bersepatu pun meching. seperti yang saya kenakan malam ini, sarung batik disandingkan dengan baju batik cocok juga, ditambah dengan mengenakan sepatu pun ternyata masih terlihat trendi,” kata walikota.

dalam acar tersebut, walikota juga menyerahkan bantuan sosial, di Kecamatan Barat Walikota menyerahkan 54 bantuan sosial kematian, dan di kecamatan selatan menyerahkan 22 bantuan sosial kematian dan 2 bantuan rumah roboh.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman