Minat Jadi Kepala SD Minim

by
Kepala SD
DIMUTASI - Sejumlah kepala SD di Kecamatan Batang saat dimutasi dan dipindahtugaskan ke sekolah baru, beberapa waktu lalu. NOVIA ROCHMAWATI
Kepala SD
DIMUTASI – Sejumlah kepala SD di Kecamatan Batang saat dimutasi dan dipindahtugaskan ke sekolah baru, beberapa waktu lalu.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Jabatan Kepala SD agaknya kini kurang diminati oleh guru. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya minat pendaftar seleksi kepala sekolah beberapa waktu lalu.

Kejadian ini pun diamini Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Batang, Sriyanto SPd. Meski kebutuhan kepala sekolah di wilayahnya sudah terpenuhi, pihaknya sempat merasakan penurunan minat pendaftar kepala sekolah. Para guru di wilayahnya harus digugah dan diberikan motivasi untuk mendaftar menjadi kepala sekolah.

“Alhamdulillah dengan adanya mutasi dan penempatan kepala sekolah baru ini, di wilayah kami sudah tidak ada kekurangan kepala sekolah. Meski yang lolos banyak, pada awalnya tidak ada yang berminat mendaftar seleksi kepala sekolah. Baru setelah dimotivasi mereka banyak yang mendaftar,” terang Sriyanto.

Tak dipungkiri, faktor beban kerja kepala sekolah yang lebih kompleks, terutama jika menyangkut keberhasilan dalam US dan lainnya. Apalagi beban ini tidak diiringi dengan kenaikkan tunjangan yang signifikan. Tunjangannya sendiri tak beda jauh dari jabatan guru.

Meski harus dimotivasi terlebih dahulu, Kecamatan Batang kini sudah tidak kekurangan Kepala Sekolah. Malah untuk tahun ini ada 13 kepala sekolah baru yang berhasil lolos seleksi. Namun karena hanya ada sembilan yang dibutuhkan, maka empat di antaranya masih masuk daftar tunggu.

“Memang seperti itu kondisinya. Seperti yang beberapa waktu lalu juga disampaikan saat pengukuhan yang dilakukan Bupati beberapa waktu lalu. Banyak kepala sekolah, baik SD ataupun SMP yang meminta agar tunjangan mereka dinaikkan,” jelas Sriyanto.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Kauman 03, M Syarifudin MPdI menerangkan banyaknya tugas dan tanggung jawab menjadikan banyak guru enggan menjadi kepala sekolah. Namun meski sempat berpikir demikian, dirinya kini juga menjalani amanah baru sebagai kepala sekolah. Menurutnya, untuk menjadi kepala sekolah juga diperlukan panggilan dari hati dan jiwa.

“Benar Mbak, Minat para guru untuk menjadi kepala sekolah itu sangat kurang. Alasan utama ya karena banyaknya tugas dan tanggung jawab yang besar itu. Semua itu saya lakukan karena adanya panggilan dari hati dan jiwa. Semoga saja itu menjadi awal yang baik bagi perjalanan saya dan rekan-rekan kepala sekolah lainnya,” jelas kepala sekolah yang baru dilantik akhir bulan lalu ini. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati & Redaktur: Dony Widyo