Perjuangannya Menginspirasi, 13 Sosok Ini Terima Muhammadiyah Award

by
Muhammadiyah Award
TERIMA AWARD – Beberapa keluarga mewakili penerimaan Muhammadiyah Award yang digelar perdana PCM Batang, Ahad (1/4) kemarin. AKHMAD SAEFUDIN

Acara Dipusatkan di Gor Baru El Bustan

Dua acara penting mengiringi resepsi milad ke-108 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Batang, Ahad (1/4). Baru diresmikan Sabtu (31/3), kemarin GOR El Bustan juga menjadi saksi kader-kader yang menerima Muhammadiyah Award karena kiprah perjuangannya yang dinilai menginspirasi warga persyarikatan.

Ketua PDM Batang, Drs H Nasikhin MH, mengungkapkan, para penerima Muhammadiyah Award itu adalah para pionir dan pejuang awal yang telah mendedikasikan pikiran, materi dan tenaganya bagi lahir dan tumbuhnya Muhammadiyah di Kabupaten Batang. Pertama, H ChamimToha (alm) yang pernah menjadi Ketua PDM di decade 70 dan 80 an.

“Putra-putri beliau bahkan menyempatkan hadir untuk menerima award ini. Salah satunya mantan Menteri Kesehatan RI, Pak Prof Sujudi,” katanya.

Kedua, seorang guru yang sampai akhir hayatnya mengabdikan diri untuk Muhammadiyah Batang, yakni S Abdul karim (alm). Berikutnya ada M Kaprawi, tenaga TU yang merintis lahirnya Mts Muhammadiyah Batang. Ada juga H Sutrisno Kaliri (alm), mantan Bendahara PDM yang berperan penting dalam men-sertifikasi seluruh aset persyarikatan. Beliaulah pendiri MAM Batang.

Mubaligh HM Zaid pun tak luput dari award ini. Dia darii PWM Jateng yang mengabdikan 25 tahun hidupnya mengisi pengajian keliling Batang. Ada juga M Rohim (alm), mantan Ketua Tapak Suci dan pendiri Kokam Batang yang dikenal memiliki jaringan luas di PP Muhammadiyah.

“Beliau juga tercatat pernah menjadi ajudan Jaksa Agung RI pertama, Mr Kasman Singodimedjo. Sebagian besar dari mereka telah meninggalkan kita, tapi namanya tetap kita kenang dan apresiasi karena kiprah amaliahnya. Bagaimana mengaktualisasikan petuah Kiai Dahlan, hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan hidup dari Muhammadiyah, kita layak belajar pada mereka,” jelas Nasikhin.

Ketua PCM Batang, HM Harto Setiono BA, menambahkan, total ada 13 tokoh yang menerima award itu. Nama-nama lainnya, yakni mantan Ketua PDPM Slamet Mashal (alm), mantan Ketua PCM Batang H Suardi Partoegoeno (alm), mantan PDM Batang Mawardi Kamdi (alm), mantan Ketua PDM Batang H Shomadun BA (alm), pendiri Panti Asuhan Umar bin Khatab Ny Chikmah Mohammad, mantan Ketua PDA Batang Ny Tufah Mohammad (alm),dan mantan Majlis Dikdasmen PDA Ny Hj Zuhrijah Palal (alm).

“Ini program perdana yang dibidani PCM Batang. Mudah-mudahan bisa memacu kader-kader saat ini untuk berjuang dengan kehikhlasan dan totalitas seperti mereka,” ungkapnya.

Menjadi istimewa karena kegiatan itu dipusatkan di GOR El Bustan yang baru saja diresmikan Sabtu (31/3). Camat Batang, Budiyanto TM dan jajaran Muspika juga hadir. Kegiatan dimeriahkan penampilan grup karawitan Suryo Sumirat yang dilengkapi perangkat gamelan.

“Pembangunan GOR El Bustan ini memakan waktu kurang lebih setahun dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 M. Insya Allah ini jadi GOR terbesar di Kecamatan Batang,” terang Harto.

Sesuai namanya, Bustan yang bermakna kebun, Nasikhin menyampaikan harapan besarnya bahwa GOR itu ke depan mampu membibit benih-benih atlet lokal, regional maupun nasional. Tidak hanya untuk warga Muhammadiyah, masyarakat umum pun bisa bekerjasama untuk pemanfaatannya. “Kalau aktivitasnya tinggi, insya Allah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, baik dari pengelolaan parkir, warung makan, atau bahkan penginapan,” ucapnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo