Bupati Batang Tuntut Perawat Profesional dan Maksimalkan Pelayanan

by
Workshop Perawat
WORKSHOP - PPNI Kabupaten Batang menggelar workshop Kupas Tuntas Uji Kompetensi Tenaga Fungsional Kesehatan di Pendopo Kantor Bupati setempat, Minggu (1/4). M Dhia Thufail
Workshop Perawat
WORKSHOP – PPNI Kabupaten Batang menggelar workshop Kupas Tuntas Uji Kompetensi Tenaga Fungsional Kesehatan di Pendopo Kantor Bupati setempat, Minggu (1/4).
M Dhia Thufail

BATANG – Para perawat di Kabupaten Batang mempunyai tugas cukup berat kedepan. Karena Bupati Batang, Wihaji menuntut dua hal dari mereka, yakni bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan maksimal kepada warganya.

Selain itu, Bupati juga menekankan bahwa perawat dituntut harus ramah dan senyum, karena mereka lebih banyak bertemu dengan pasien dibanding dengan dokter dan lainya.

“Hal itulah yang akan merubah persepsi masyarakat dengan pihak Rumah Sakit Daerah. Karena, kalau melayani masyarakat dengan baik, pasti akan mengubah persepsi pelayanan kesehatan. Sehingga juga akan berkorelasi dengan Indek Pembangunan Masyarakat Batang yang akan meningkat pula,” ungkap Wihaji, saat memberi sambutan pada acara orkshop Kupas Tuntas Uji Kompetensi Tenaga Fungsional Kesehatan di Pendopo Kantor Bupati setempat, Minggu (1/4).

Guna meningkatkan profesionalitas dan memaksimalkan pelayanan itu, perawat PNS berkewajiban untuk mengikuti Uji Kompetensi. Sebab hal tersebut sudah diatur dalam regulasi Permenkes Nomor 18 Tahun 2017.

“Uji kompetensi bagian dari implementasi Permenkes untuk meningkatkan profesional perawat, dan bagi saya perawat harus melayani pasiennya dengan senyuman,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke 44. “Semoga dengan bertambahnya umur, semakin profesional dalam menjaga profesinya sebagai tenaga fungsional kesehatan,” katanya.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Batang, M Fajri mengatakan, uji kompetensi perawat melekat pada tugas dan jabatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga perawat akan lebih profesional untuk naik menduduki jabatan diatasnya.

“Untuk naik menduduki jabatan, ada persyaratan – persyaratan teknis yang harus dilalui, sehingga DPD dan DPK PPNI memfasilitasi perawat dalam kenaikan pangkatnya dalam sisi pengetahuan teknis,” kata Fajri.

Dalam organisasi DPD PPNI Kabupaten Batang, lanjutnya, ada 725 perawat baik PNS maupun non PNS. “Kalau yang PNS kisaran 400 orang, selebihnya non PNS. Yang semuanya tersebar di RSUD Kalisari Batang, RSUD Limpung dan Puskesmas,” bebernya.

Di sampaikan juga olehnya, bahwa pengurus PPNI telah bekerjasama dengan Gerakan Perawat Honorer Indonesia yang mempunyai langkah kontruktif dalam memperjuangkan kesejahteraan para perawat berstatus honorer.

“Kita telah melakukan mediasi dengan Bupati terkait untuk mengajukan kesejahteraan, dan Bupati Wihaji pun menyambut dengan baik. Yang mana dalam waktu dekat, kami akan menata dari sisi internalnya dulu,” pungkasnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo