Radar Jateng

Ajang Pembuktian Diri Para Atlet dan Klub

Djarum Foundation Karesidenan Pekalongan

TANDING – Pertandingan bulutangkis multi cabang se Eks Karesidenan Pekalongan cabang tunggal putra usia dini.
EKA ISDITYA

Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Se Karesidenan Pekalongan 2018

Gelaran pertandingan Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Se Karesidenan Pekalongan bertajuk Champion Comal Cup 2018 berlangsung ketat. Turnamen tersebut digelar selama 3 hari sejak Jumat (30/03), hingga Minggu (01/04).

Sebanyak 323 atlet bertanding mulai pada babak penyisihan, semi final, hingga babak final sampai dengan Minggu malam (01/04). “Para peserta yang ikut turnamen rata-rata mereka anggota klub, ya memang ada yang perorangan tapi itu sangat jarang. Karena umumnya mereka dibina dulu bibit-bibitnya sejak di klub,” ujar Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Pemalang, Arif Ardiyanto, kepada Radar Pekalongan, disela-sela turnamen.

Menurutnya, segala informasi terkait turnamen maupun informasi lain yang datangnya dari PBSI pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, akan lebih cepat tersalurkan melalui klub yang dinaungi oleh para atlet. Selain pembinaan atlet menjadi lebih mudah, atmosfer persaingan serta gairah untuk bertanding dalam diri mereka semakin mudah terasah.

Dijelaskan pula, tercatat ada lebih dari 40 klub yang turut bergabung dalam pertandingan yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sikayu, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang ini. Klub tersebut diantaranya ISC Batang, Prestasi Weleri, Eka Pratama, Satria Slawi, Sinar Muriara, Champion, Bintang Perkasa, Wikha Jaya, Galaxy Tegal, Mutiara Kedungwuni, JBC Brebes, PB Unggul Jaya dan masih banyak lagi. Selain itu terdapat pula beberapa anggota perseorangan yang kemudian bergabung dan maju bersama untuk bertanding dalam cabang lomba ganda dewasa.

Melalui turnamen ini, para klub serta para atlet dapat mengambil pelajaran banyak karena pertandingan di tingkat multicabang kabupaten/kota menyajikan persaingan yang lebih ketat. “Jelas untuk persaingan jauh lebih ketat dan lebih berat daripada Kejurkab di masing-masing kota/kabupaten kemarin. Dari sini juga bisa dijadikan sebagai ajang ujicoba dan menilai seberapa besar kemampuan masing-masing atlet yang diusung,” ujarnya.

Kendati demikian, tujuan utama gelaran Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Kabupaten/Kota tersebut ialah untuk melahirkan atlet-atlet baru yang di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan. “Yang terpenting dengan ajang ini akan dapat memunculkan atlet-atlet muda yang berbakat, dapat dijadikan sebagai ajang asah kemampuan, juga sebagai uji coba menjelang PORPROV Oktober nanti,” kata dia.

Sejauh pertandingan berlangsung, masing-masing atlet bersaing cukup ketat. “Untuk kelompok umur, ada satu klub yang sepertinya lebih mendominasi yaitu dari PB Unggul Jaya Pekalongan,” tandasnya. (mg5)

Penulis: Eka Isditya & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments