Features

Setiap Jumat Gratis untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Warung Megono Mbak Wati

GRATIS – Warung makan megono Mbak Wati, di Pasar Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menjadi pusat perhatian pagi kemarin. Hal ini karena warung tersebut menggratiskan khusus untuk anak yatim dan dhuafa setiap Hari Jumat.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Keunikan Warung Megono Mbak Wati di Kedungwuni

Deretan warung megono, saat pagi hari, tampak ramai memadati Jalan Raya Gembong, tepatnya di sekitar Pasar Kedungwuni. Namun, dari puluhan warung megono itu, ada yang tampak berbeda dari yang lain. Seperti apa? M Hadiyan, Kedungwuni

Setiap pagi di area Pasar Tradisional Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, sudah mulai ramai oleh para bermacam penjual dan pembeli. Termasuk deretan pedagang nasi megono dan mendoan yang memadati sepanjang Jalan Raya area pasar.

Namun, ada yang berbeda dari salah satu warung nasi megono Jumat pagi kemarin (23/3). Tepatnya di sebelah utara Pasar Kedungwuni, ada sebuah warung yang buka setiap pagi, dan selalu ramai oleh pembeli. Bukan soal ramainya yang menjadi unik, namun justru papan tulisan di depan gerobak warung yang menarik perhatian para warga yang melintas. Di papan itu tertulis, “Warung Makan Mbak Wati, Khusus Hari Jumat, Gratis untuk Anak Yatim dan Dhuafa”. Wajar saja, pagi kemarin banyak anak-anak sekolah yang membeli makanan sarapan di warung tersebut.

Warung milik Ende (35), Warga Gembong Kedungwuni ini memang sengaja memberikan makanan gratis kepada anak yatim dan dhuafa setiap Hari Jumat. Hal ini ia lakukan untuk sedekah dan sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan, setiap harinya.

“Bersedekah dilakukan kapan saja dan dengan berbagai cara. Ini adalah cara kami untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kami,” kata Ende, pagi kemarin.

Bersedekah dengan memanfaatkan apa ia miliki ini, terinspirasi setelah mengikuti pengajian rutin di Ponpes Darus Salam Puri, Kedungwuni. Dari situ akhirnya ia nekat untuk melakukan bisnis kuliner megono sekaligus sebagai sarana sedekah dan dakwah.

“Alhamdulillah, sedekah ini tidak mengurangi nikmat rezeki yang Allah berikan. Semoga berkah dan bermanfaat,”

Setiap harinya, suami dari Nur Kus Wati ini selalu banjir pembeli. Bahkan, para pembeli pun rela mengantri untuk mendapatkan nasi megono dan gorengan mendoan yang dikenal enak itu.

“Saya beli disini karena masakannya enak. Walaupun rame, saya bela-belain ikut ngantri,” kata Fiki (31), warga Ambokembang, kemarin.

Apalagi, lanjut Fiki, pedagang memberikan sebagian laba di hari-hari biasa untuk menggratiskan penuh warga miskin, khususnya anak yatim. Hal ini membuat dirinya makin salut dengan Ende dan Wati, penjual nasi megono di area pasar itu.

“Jadi yang beli pun ikut membantu bersedekah ke anak yatim,” tandasnya. (*)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments