Radar Kendal

Sekolah Wajib Daftar BPJS

Sekolah Wajib Daftar BPJS

BERIKAN – Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Yunan Shahada, berikan Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Kepala Sekolah dan Guru SMA/SMK/SLB.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Guru dan Siswa Bisa Terkover

KENDAL – Program-program BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi kepala sekolah, guru, dan siswa yang melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin) di lapangan. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kendal, Yunan Shahada, saat “Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Kepala Sekolah dan Guru SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Kendal, yang di sebuah hotel di Kendal, kemarin.

“Resiko pasti dimiliki oleh setiap pekerja, terlebih resiko kecelakaan kerja dan kematian, resiko tersebut bisa muncul tanpa melihat tempat dan waktu,” kata

Yunan mengungkapkan, untuk jaminan kecelakaan kerja perlindungannya meliputi pengobatan kecelakaan kerja sampai sembuh serta mendapatkan santunan sementara tidak mampu bekerja atau penggantian upah dari BPJS Ketenagakerjaan. Berkaitan dengan hal itu, sekolah wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sesuai tertuang pada UU No 24 Tahun 2011 pasal 15 Ayat (1). “Yakni, bahwa pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti,” ungkap dia.

Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah 1, Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Bagus Surjanto, mengatakan, pentingnya perlindungan tidak hanya bagi guru namun juga siswa prakerin, seperti kasus salah satu siswa prakerin yang melaksanakan tugas di Natuna dan mengalami resiko meninggal dunia. Dalam kejadian itu, jenasah kesulitan untuk dipulangkan dan belum terlindungi oleh jaminan sosial.

“Padahal apabila dalam kasus tersebut siswa sudah terdaftar. Ahli waris bisa mendapatkan manfaat jaminan kematian minimal Rp 24 juta, hanya dengan membayar iuran bulanan sebesar Rp 16.800,” kata dia.

Bagus Surjanto menegaskan bahwa semua sekolah terutama sekolah negeri wajib mendaftarkan pekerjanya, baik GTT/ non ASN di BPJS Ketenagakerjaan minimal untuk jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerjanya. “Hal ini diperkuat dengan adanya Pergub No 3 tahun 2017 tentang Guru Tidak Tetap,” imbuh dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments