Metro Pekalongan

Belum Dicoklit, Sampaikan Saat Tanggapan Masyarakat

KOTA PEKALONGAN – KPU Kota Pekalongan membuka peluang kepada masyarakat yang merasa belum tercatat maupun belum dicoklit oleh PPDP agar menyampaikan masukan saat tahapan penerimaan tanggapan masyarakat. Tahapan itu akan dibuka mulai 24 Maret hingga 2 April, usai pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Komisioner KPU Divisi Mutarlih, Priyadi Trahutomo menjelaskan, saat ini rekapitulasi dari hasil mutarlih sudah mulai dilakukan di tingkat kelurahan. Selanjutnya, rekapitulasi tingkat kecamatan akan dilakukan pada 8 sampai 9 Maret, dan tingkat kota pada 10-16 Maret. Setelah rekap di tingkat provinsi dan hasilnya disampaikan kembali ke KPU Kota Pekalongan, akan dilakukan pengumuman dan penerimaan tanggapan masyarakat.

“Tahapan rekap masing-masing ada di tingkat kelurahan, kecamatan, kota dan provinsi. Di Provinsi rekap dilakukan pada 16-17 Maret. Setelah itu hasilnya akan diumumkan, dan disampaikan kembali ke PPS pada 17-23 Maret. Usai DPS diumumkan, kami buka masukan yakni dari tanggapan masyarakat. Silakan bagi masyarakat yang merasa belum tercatat, belum dicoklit atau ingin merubah data bisa disampaikan kepada PPS masing-masing. Tahap perbaikan DPS akan dilakukan pada 3 sampai 7 April,” jelasnya, Rabu (7/3).

Selama melakukan proses coklit, dikatakan Priyadi, KPU selalu melakukan koordinasi dan evaluasi setiap 10 hari bersama PPDP, PPK hingga Panwascam. Setelah coklit selesai dilakukan pada 20 Februari, pihaknya juga kembali menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi hasil coklit yang sudah dilakukan.

“Dalam setiap rakor kami selalu meminta masukan dari Panwascam, dari PPK atau dari instansi terkait lain. Kami berterima kasih kepada instansi yang selama ini sudah menyuport dan memberikan masukan. Sehingga proses coklit yang dilaksanakan dapat berlangsung tanpa kendala,” tambahnya.

Mengenai adanya temuan Panwas terkait daftar pemilih yang belum dicoklit, ia menyatakan bahwa banyak kemungkinan yang membuat hal itu terjadi. Diantaranya karena yang bersangkutan tidak berada di tempat saat dilakukan coklit oleh petugas. Namun ia menjelaskan, proses coklit sebenarnya tidak mengharuskan petugas bertemu dengan orang yang akan dicoklit.

“Ketika tidak bisa ditemui, atau berada diluar kota maupun bertempat tinggal di wilayah lain, maka petugas bisa meminta keterangan dari RT setempat. Coklit memang tidak harus bertemu langsung. Dari stiker yang dipasang juga dapat diketahui apakah yang bersangkutan dapat ditemui atau tidak karena dituliskan bertemu atau tidak bertemu,” terangnya.

Sehingga ia menilai tahapan penerimaan tanggapan masyarakat sangat penting untuk memperbaiki hasil coklit daftar pemilih. Karena itu Priyadi meminta instansi terkait agar memberikan masukan dari hasil pencermatan yang dilakukan. Begitu juga bagi masyarakat yang merasa belum masuk dalam daftar pemilih agar dapat melaporkan ke PPS.

Sebelumnya, Panwas Pemilihan Kota Pekalongan menemukan adanya warga yang belum dicoklit. Dari catatan Panwas, ada sebanyak 598 KK dari seluruh wilayah Kota Pekalongan yang belum dicoklit oleh PPDP. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments