Kepala BPN Terjaring OTT

by
Kepala BPN Terjaring OTT
KETERANGAN - Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samuji memberi keterangan tentang penangkapan empat pegawai BPN Semarang, Selasa. DETIK
Kepala BPN Terjaring OTT
KETERANGAN – Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samuji memberi keterangan tentang penangkapan empat pegawai BPN Semarang, Selasa.
DETIK

*Kejari Semarang juga Sita Uang dari Laci Pegawai

Semarang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang mengamankan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Sriyono dan Kasubdit Pemeliharaan Nasional Kota Semarang, Windari Rochmawati dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dari informasi yang diperoleh, penangkapan dilakukan hari Senin (5/3) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB di kantor BPN Kota Semarang, Jalan Ki Mangunsarkoro. Penangkapan dilakukan terhadap Windari sedangkan Kepala BPN turut diamankan beserta 2 staf honorer lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samuji di Semarang, Selasa, mengatakan ada empat pegawai yang diamankan pada Senin (5/3) sore di kantor BPN Semarang.

Keempat orang tersebut masing-masing berinisial WR, S, J, dan F. Namun, Dwi belum bersedia menjelaskan secara detil keempat orang yang diamankan itu.

Salah satu pegawai berinisial S sendiri diperoleh informasi merupakan Kepala BPN Kota Semarang.

Dwi sendiri tidak membantah maupun membenarkan informasi tersebut.

Pada OTT tersebut, pihak Kejari mengamankan uang Rp32,4 juta dari laci pegawai BPN yang diduga diterima berkaitan dengan pengurusan hak-hak atas tanah yang ada di ibu kota Jawa Tengah ini.

“Ditemukan sembilan amplop berisi uang serta satu bandel uang tanpa amplop,” ungkap Dwi Samuji, seperti dilansir antarajateng.

Adapun penemuan amplop-amplop berisi yang itu, kata dia, satu di antaranya berasal dari seorang warga yang berkepentingan mengurus dokumen pertanahan di kantor tersebut.

Sementara sisanya, lanjut dia, ditemukan di dalam laci kerja.

Ia menuturkan diduga amplop berisi uang itu berasal dari sejumlah orang yang sedang mengurus dokumen pertanahan.

Penyidik sendiri, lanjut dia, masih mendalami perkara tersebut, termasuk penggeledahan di kantor BPN Semarang.

Meski demikian, uang tersebut belum disita kejaksaan karena masih dalam proses.

Uang itu sendiri, disebutnya bukan uang negara, melainkan uang masyarakat.

TERSANGKA

Meskipun sudah menemukan uang yang menjadi barang bukti, namun pihak Kejari belum menentukan tersangka.

“Belum ada, status keempatnya masih terperiksa,” ujar Dwi Samuji.

Menurut dia, penyidik memiliki waktu 3 x 24 jam untuk mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap keempat orang yang diamankan tersebut.

Selain itu, kata dia, kejaksaan juga sudah melayangkan panggilan terhadap warga sipil yang diduga menyerahkan uang untuk pengurusan dokumen pertanahan itu.

“Sudah kami kirimkan surat panggilan, namun belum datang,” katanya.

Dwi belum bersedia menyebut pihak-pihak yang akan dimintai keterangan tersebut karena masih dalam proses pendalaman penyidik.

Ia belum bisa memastikan peningkatan status keempat orang yang diamankan tersebut.

Menurut dia, penyidik masih mendalami perkara tersebut mengingat uang sebesar Rp32,4 juta yang diamankan itu bukan uang negara, melainkan uang masyarakat. (ant/dtk)