Radar Batang

Jadi Pusat Pendidikan, Bandar Bisa Salip Kecamatan Lain

Rapat Undip

RAKOR – Tim survei Undip saat rapat dengan Pemkab Batang, Kamis pekan lalu. Sesuai jadwal, Kamis lusa groundbreaking pembangunan kampus Undip di Bandar akan dilakukan.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Pemerintah Kabupatren (Pemkab) Batang memiliki harapan besar terhadap pendirian dan pengembangan Fakultas Pertanian dan Peternakan Undip di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar. Tidak hanya memenuhi impian masyarakatnya yang telah 17 tahun menanti kehadiran Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tetapi juga berharap limpahan multiplier effect dari beroperasinya kampus asal Semarang itu.

Proses pendirian PTN di Batang sendiri melalui proses yang panjang, melewati tiga kepemimpinan kepala daerah. Rencana itu sebelumnya telah dirintis oleh Bupati Joko Purnomo (alm), Bambang Bintoro, hingga Yoyok Riyo Sudibyo. Sayangnya, selama 17 tahun itu ketiga pimpinan daerah belum berhasil merealisasikan impian tersebut karena berbagai kendala.

Beruntung, di era kepemimpinan Wihaji-Suyono, peluang itu justru kembali terbuka seiring niatan Undip untuk membangun kampus 3 di Kecamatan Bandar. Kunjungan Rektor Undip di awal Januari lalu juga meletupkan keseriusan itu. Gerak cepat Bupati dan Tim Fasilitas Pendirian dan Pengembangan Undip ternyata tak sia-sia, hibah lahan pun telah mendapatkan persetujuan dewan.

Wihaji optimis, keberadaan Undip tidak hanya semakin mempermudah akses masyarakat guna melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Lebih dari itu, aktivitas kampus negeri itu juga akan membuka simpul perekonomian baru yang menyejahterakan warga sekitar.

“Kami optimis, Bandar akan lebih ramai, ekonominya tumbuh, menyalip kecamatan lainnya. dan yang terpenting, Kecamatan Bandar akan menjadi pusat dan destinasi pendidikan regional dan bahkan nasional,” kata Bupati, belum lama ini.

Asisten 1 Sekda, Dr Retno Dwi Irianto MM, pun berharap keberadaan kampus Undip nantinya secara efektif mendorong mobilitas sosial ekonomi hingga budaya masyarakatnya. Pertama, efek perputaran ekonomi, mengingat beroperasinya kampus juga menuntut banyak kebutuhan sarana dan prasarana penunjang, seperti sarana pembelajaran, kos-kosan, warung makan, dan lainnya.

“Undip juga nantinya akan memberikan pendampingan teknis terhadap pelaku peternakan lokal, melalui disemenasi ilmu dan praktek manajemennya agar lebih professional. Ini akan mendorong pertumbuhan usaha peternakan masyarakat di Batang selatan,” jelasnya.

Kecuali itu, lingkungan kampus juga menurut Retno akan memantik budaya pendidikan di Kecamatan Bandar. Karena itu, dia bergarap masyarakat Bandar nantinya bisa memanfaatkan berbagai peluang itu menaikan kualitas kesejahteraan mereka. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments