Korban Cukup Banyak dan Masih Dibawah Umur, Oknum Guru Agama Cabul Bisa Terancam Penjara Seumur Hidup

oleh -
Tersangka oknum guru agama cabul menjalani pemeriksaan di Kejari Batang.

BATANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang menerima pelimpahan tahap II kasus pencabulan dengan tersangka Agus Mulyadi (33) guru agama di SMPN 1 Gringsing dari Polres setempat, Kamis (24/11/2022).

Selanjutnya pihak Kejari Batang akan melakukan pemeriksaan dan meminta jadwal persidangan ke pengadilan negeri setempat. Selain itu, jaksa juga akan menyiapkan surat dakwaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang, Mukharom, menegaskan bahwa pelaku bisa dituntut dengan hukuman seumur hidup. Pasalnya, jumlah korban yang cukup banyak dan masih dibawah umur.

“Berdasarkan pasal yang dikenakan pada tersangka ancaman pidananya maksimum 20 tahun penjara. Namun karena jumlah korban yang lebih dari satu orang dan ada unsur pencabulan serta persetubuhannya, maka bisa jadi pemberat. Sehingga nanti bisa ancamannya lebih dari 20 tahun, bahkan seumur hidup. Kita lihat saja nanti bagaimana proses persidangannya,” ungkap Mukharom di gedung Kejari Batang, Kamis (24/11).

Kajari menjelaskan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 juncto pasal 81 undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Sedangka untuk korban sendiri, dari pengakuan tersangka sebanyak 23 orang.

“Pada saat diperiksa oleh jaksa, tersangka mengatakan tidak ada persetubuhan, namun hasil visum menyatakan sebaliknya. Jadi ada korban yang telah disetubuhi oleh tersangka,” kata Kajari.

Berdasarkan hasil penyelidikan, ada 4 korban yang disetubuhi Agus, dan lainnya hanya dicabuli. Sedangkan untuk Modus tersangka sendiri adalah memanfaatkan kewenangannya sebagai guru pembina OSIS, dan berdalih melakukan tes kejujuran secara privat. Kegiatan itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk mencabuli para korbannya satu persatu.

“Tersangka mengakui perbuatannya dilakukan di Ruang OSIS, Ruang kelas VIII dan ruang kecil di musala sekolah. Dan korbannya sendiri seluruhnya adalah anggota OSIS. Namun yang melapor ke pihak kepolisian hanya sekitar 9 atau 10 orang. Saya tidak tahu kenapa alasannya, selebihnya kok tidak mau melapor ke polisi,” jelas Mukharom.

Selain itu tersangka, Kejari juga mendapat limpahan dari penyidik Polres Batang beberapa barang bukti. Diantaranya matras, pakaian korban, pakaian tersangka, hingga ponsel.

“Berkas kasus tersangka sendiri sudah kita tetapkan P21 pada Minggu kemarin. Dan untuk kasus ini, kami sangat fokus, mengingat korbannya cukup banyak dan masih dibawah umur semua,” tandas Kajari.(don)