Jumlah Capai Ribuan, Komisi D DPRD Kendal Dini Widiastuti Minta Pemkab Bangun Panti Rehabilitasi Khusus ODGJ

oleh -

*Sampaikan Keinginan Peserta Rakor

KENDAL – Berdasarkan data, jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kendal membludak atau mencapai ribuan. Sementara bangsal jiwa di RSUD dr Soewondo Kendal terbatas. Padahal ODGJ perlu mendapatkan perlakuan khusus. Sebagai bentuk keprihatinan, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kendal Dini Widiastuti berharap Pemerintah Kabupaten Kendal membangun Panti Rehabilitasi khusus bagi ODGJ.

“Ini tadi berdasar keinginan para peserta Rakor, sebaiknya ada tempat khusus atau rumah singgah, supaya penanganannya bisa optimal, terutama bagi ODGJ yang dipasung. Sedangkan bagi yang kondisinya tidak terlalu berat, bisa lebih cepat disembuhkan,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kendal Dini Widiastuti, usai Rapat Koordinasi Penanganan ODGJ yang diadakan oleh Bagian Kesra Setda Kendal di salah satu Hotel di Kendal, Rabu (23/112022). Rakor dihadiri lintas OPD, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas dan Satpol PP.

Diketahui, bahwa jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kendal mencapai ribuan. Jika dibandingkan tahun 2021, tahun 2022 secara angka mengalami peningkatan jumlah sebanyak 2.726 orang Sedangkan pada 2021 sebanyak 2. 584 orang. Dengan demikian bertambah sebanyak 142 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kendal, Siswanto mengatakan, rata-rata ODGJ masih usia produktif. Menurut analisanya, meningkatnya jumlah ODGJ, karena kesulitan ekonomi ketika kondisi pandemi Covid-19, di antaranya akibat kena PHK.

“Kita tahu dua tahun terakhir, khususnya tahun 2020 dan 2021 itu kan mempengaruhi sosial ekonomi secara umum. Ada banyaknya PHK atau pengurangan pekerjaan, sehingga terdampak juga dengan orang-orang yang ada gangguan mentalnya, itu kalau dari sisi saya sebagai tenaga kesehatan,” katanya.

Untuk keberadaan bangsal jiwa RSUD dr Soewondo Kendal, sebagai tempat rujukan ODGJ sangat terbatas, sehingga dibatasi hanya 14 hari, karena untuk pasien lain. Ada juga yang dirujuk ke RSJ Pedurungan Semarang.

Plt Kepala Bagian Kesra Setda Kendal, Junaedi mengatakan, Rakor digelar untuk mencari solusi penanganan ODGJ supaya bisa sembuh dan tidak terjadi peningkatan. Salah satu wacana adalah membangun Rumah Singgah untuk menampung ODGJ supaya bisa ditangani dengan baik.

“Kami juga usul untuk mendirikan panti rehabilitasi, sehingga bisa menampung pasien yang baru saja direhab, untuk sementara ditampung di situ, sehingga nanti jika sudah pulih bisa kembali ke keluarga maupun ke masyarakat dan bisa diterima baik oleh keluarga maupun masyarakat,” katanya.(adv/lid)