Pemindahan Kapal Terkendala Lokasi dan Kedalaman

oleh -
MATERIAL - Sejumlah material yang disiapkan di sekitar lokasi pembangunan bendung gerak.

*Pembangunan Bendung Gerak
*Progres Pemindahan Masih 40 Persen

KOTA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan masih terus melakukan pemindahan kapal yang berada di sebelah selatan lokasi pembangunan bendung gerak proyek penanganan banjir dan rob Kota Pekalongan. Pemindahan kapal dari titik tersebut harus dilakukan untuk memudahkan proses pekerjaan yang membutuhkan penempatan alat berat dan material.

Kepala DKP Kota Pekalongan, Sugiyo mengungkapkan, saat ini proses pemindahan kapal masih mencapai 40 persen dari jumlah total sekitar 400 kapal. Untuk kapal kecil berukuran di bawah 40 GT, sudah seluruhnya dipindahkan ke kolam retensi yang dibangun oleh BBWS Pemali-Juana.

“Ini tinggal kapal-kapal besar saja. Kondisinya ada tiga jenis, kapal aktif dan bisa bergerak ini bisa pindah sendiri. Kemudian kapal tidak aktif tapi masih bisa bergerak ini juga bisa dipindahkan mandiri oleh pemilik. Yang ketiga kapal tidak aktif dan tidak bisa bergerak ini yang nanti kami akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pemindahan,” jelasnya.

Dikatakan Sugiyo, pada prinsipnya semua pemilik kapal bersedia memindahkan kapal miliknya dari lokasi saat ini di sebelah selatan lokasi pembangunan bendung gerak. Namun kendalanya adalah kedalaman dan lokasi pemindahan. Dia mengatakan, untuk kapal di atas 60 GT membutuhkan kedalaman air minimal 3,5 meter. Sedangkan kolam retensi hanya memiliki kedalaman maksimal 2,5 meter.

Hal itu juga menjadi kendala karena kapal di atas 60 GT tak bisa ditempatkan di kolam retensi. Solusinya, kata Sugiyo, kapal besar akan dipindah ke kolam pelabuhan atau di sebelah utara bendung gerak. “Tapi di sini juga ada kendala. Banyaknya jumlah kapal membuat posisi mereka saling berhimpitan. Ini berpotensi menimbulkan gesekan sehingga bisa terjadi kerusakan atau bahkan kebakaran,” tambahnya.