Demi Hindari Utang Rp1,5 Miliar, Pria Ini Pura-pura Meninggal Kemudian Hidup Lagi

oleh -
Urip Saputra tengah diperiksa tim Satreskrim Polres Bogor. istimewa/pojoksatu

Untuk menghindari kewajibannya membayar utang uang mencapai Rp1,5 miliar dari tempatnya bekerja, Urip Saputra warga Rancabungur, Kabupaten Bogor membuat skenario seolah-olah dirinya sudah meninggal dunia.

Uang Rp1,5 miliar itu dipinjam dari tempatnya bekerja bukan dari bank atau pinjaman online. Jumlah utang Urip Saputra yang mencapai Rp1,5 miliar ini dibeberkan oleh Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.

“Rp 1,5 miliar dan dia mengaku uang tersebut dipergunakan salah satunya untuk keperluan pribadi, sedangkan sisanya untuk membeli properti,” kata AKBP Iman Imanuddin, seperti diberitakan pojoksatu, Sabtu (19/11/2022).

Menurut Kapolres Bogor, ide pura-pura mati demi menghindari utang itu datang dari Urip Saputra sendiri. Skenario tiba-tiba meninggal ini disusunnya di Jakarta Selatan usai Urip pulang dari Semarang.

Guna memuluskan aksinya tersebut, Urip juga memesan ambulans dan peti jenazah di Jakarta Selatan.

Akibat ulahnya tersebut, warga Bogor sempat heboh dengan adanya orang meninggal yang tiba-tiba hidup lagi. Bahkan Urip sempat menjalani perawatan lima hari sejak Jumat 11 November 2022 hingga Rabu 16 November 2022. Namun pada keesokan harinya dia sempat menghilang dan tidak diketahui keberadaanya. Hingga pada Jumat (18/11/2022) dia menyerahkan diri ke Polres Bogor bersama istrinya.

Susun Skenario

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, menjelaskan skenario tiba-tiba meninggal ini disusunnya di Jakarta Selatan usai Urip pulang dari Semarang.

Saat itu, usai mengikuti sebuah pelatihan di Semarang, Urip tak langsung pulang ke Bogor, melainkan membuat strategi kematian palsu untuk menghindari kewajibannya membayar utang.

“Usai pulang dari Semarang dia tidak langsung pulang ke Bogor, menginap terlebih dahulu di Jakarta karena memikirkan tadi kewajibannya, kemudian terpikirkan jalan pintas tersebut,” jelasnya.

AKBP Iman mengatakan dalam menyusun skenario tersebut Urip tak terinspirasi apapun, melainkan hanya ide sepintas.

“Tidak ada terinspirasi dari kejadian-kejadian yang lain, hanya memang sepintas saja katanya langsung tebersit untuk mengambil langkah itu,” kata dia.

Setelah itu, lanjut Iman, Urip kemudian memesan ambulans hingga peti jenazah untuk mempermulus skenario yang ada.

Peti jenazah dan ambulans Urip ini dipesan di Jakarta Selatan.

“Dari mulai awal, memesan ambulans, memesan peti jenazah, sampai dengan termasuk nanti skenario ketika sudah sepi di rumah nya baru yang bersangkutan akan keluar dari peti tersebut, itu sudah disiapkan oleh saudara US,” ujarnya.

Polri mengungkap Urip Saputra yang dinarasikan meninggal dunia lalu hidup lagi di Bogor membuat skenario untuk menghindari utang senilai Rp 1,5 miliar.

Urip juga membuat skenario hingga ganti identitas.

“Sudah terkonfirmasi bahwa memang yang bersangkutan tidak pernah mengalami kematian,” katanya.

“Ide gagasan untuk pura-pura mati ini datang dari US, untuk menghindari kewajibannya membayar utang dari tempat yang bersangkutan bekerja. Rp 1,5 miliar,” katanya. (ikror/pojoksatu)