Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades dan Bendahara Desa Pretek di Tahan Kejari Batang

oleh -
Kades dan Bendahara Desa Pretek digelandang petugas menuju mobil tahanan yang akan membawa mereka ke Rutan Batang.

BATANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang menahan Kepala Desa dan Bendahara Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan, Senin (21/10/2022) sore. Keduanya ditahan terkait dugaan kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) sejak tahun 2018 hingga 2021.

Keduanya ditahan setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, dan sempat menjalani pemeriksaan di Kejari Batang.

“Kita hari ini melakukan penahanan terhadap Kades Pretek TR dan Bendahara Desa Pretek, HZ untuk 20 hari kedepan. Keduanya kita tahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang,” ungkap Kepala Kejaksaan (Kajari) Batang, Mukharom SH MHum di kantornya, Senin (24/10/2022).

Kajari didampingi Kasi Pidsus menjelaskan, sebelumnya Jaksa Penyidik pada Kejari Batang sejak tanggal 01 April 2022 telah melakukan penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2018 sampai dengan 2021.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti permulaan yang cukup, serta hasil gelar perkara (ekspose) pada tanggal 24 Oktober 2022, penyidik menetapkan Kades Pretek, TR dan Bendahara Desa HZ sebagai tersangka. Keduanya dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan, hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp351.670.581,25.

“Atas dugaan perbuatan Tindak Pidana Korupsi tersebut tersangka Tersangka TR dan Tersangka HZ disangka melanggar, Primair ​: Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001. Ancaman pidananya berupa penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar. Dan Subsidair ​: Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” jelas Kajari.

Kajari menambahkan, berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksan yang dilakukan terhadap para tersangka pada Senin (24/10/2022), penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam Pasal 21 KUHAP. Yaitu perbuatan para tersangka diancam dengan pidana penjara 5 tahun, serta dikhawatirkan para tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut penyidik melakukan penahanan terhadap Tersangka TR dan Tersangka HZ selama 20 hari kedepan dengan jenis penahanan Rutan yang dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang,” tandas Kajari Batang. (don)