12 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Jalan Trajumas – Bodas Mengenaskan

oleh -

KANDANGSERANG – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Trajumas dengan Desa Bodas di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, sangat memprihatinkan. Kondisi jalan kabupaten itu layaknya kali asat. Padahal, jalan itu penting sebagai akses pendidikan dan perekonomian.

Selain jalannya rusak, jembatan di jalur itu yang berada di Dukuh Batursari, Desa Trajumas juga rusak parah. Jembatan dari kayu itu sudah lapuk dan keropos. Akibatnya, jembatan tak bisa dilalui.

Oleh karena itu, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, M Nasron, dalam resesnya di desa itu ikut membantu warga setempat membangun kembali jembatan kayu itu. Agar akses Trajumas – Bodas bisa terbuka.

“Ini akses utama yang menghubungkan Desa Trajumas dengan Bodas. Jembatannya rusak parah, sehingga akses tertutup. Sudah sering diusulkan, namun belum diperbaiki. Makanya saya saat reses bersama warga gotong-royong bangun jembatan kayu ini,” ungkap Nasron, kemarin.

Suprapto (34), warga Desa Trajumas, mengungkapkan, jembatan itu akses utama penghubung Desa Trajumas dengan Bodas. Jalur itu termasuk penting. Karena ada akses anak sekolah. Jalur perdagangan juga.

“Banyak orang Bodas jadi pedagang ke Trajumas. Artinya, jalur itu penting untuk akses pendidikan dan perekonomian,” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, pihak desa sudah sering mengusulkan perbaikan jalan dan jembatan ke pemerintah daerah. Karena itu jalan PU.

“Itu dulu pernah terjadi bencana. Puluhan tahun lalu. Kita usulkan bolak balik sampai hari ini belum ada tanggapan dari kabupaten. Akhirnya kita dari teman-teman, kepala desa, tokoh masyarakat, dibantu Pak Nasron dan Pak Kiai Muis dari Bubak mengadakan gotong-royong untuk memperbaiki jembatan yang menuju Bodas tersebut. Karena itu memang jalan yang penting,” katanya.

Dikatakan, kondisi jembatan kayu dengan panjang 3,5 meter, lebar 2 meter, itu rusak parah. Di wilayah itu, lanjut dia, hampir setiap dua tahun sekali tanahnya bergerak. Itu memicu kerusakan jembatan.

“Dulu awalnya itu jembatan beton. Setelah ada bencana dibuatlah dari kayu tapi kemarin sempat rusak parah. Akhirnya aksesnya terputus,” terang dia.

Untuk menuju ke Desa Bodas akhirnya orang-orang Trajumas itu memutar lebih jauh. Yakni lewat jalan dari Karanggondang.

“Tapi kan itu jauh. Selisihnya hampir setengah jam lebih,” keluhnya.

Disebutkan, anak-anak di Trajumas bersekolah di SMPN 2 Kandangserang di Sukoharjo. Namun lebih banyak di SMPN 3 Kandangserang di Bodas. Makanya, jembatan itu sangat vital. Disinggung kondisi jalan yang rusak parah, ia mengatakan, jalan ke Bodas kondisinya memang rusak parah. “Menurut kami itu bukan jalan tapi kali asat. Ada lagi yang menuju ke Dukuh Tempuran di Desa Bodas dari Purwodadi sama masih ada jalan seperti kali asat,” tutur dia.

Dengan jalan bebatuan dan tanah seperti itu, kata dia, sudah banyak pengendara motor jatuh. Menurutnya, jalan itu terakhir dicor tahun 2012 melalui program PNPM. “Setelah itu sampai tahun 2022 belum tersentuh pembangunan,” katanya.

Dengan akses yang sulit, kata dia, harga-harga barang di wilayah itu jadi lebih mahal. “Harga itu jenengan mungkin bisa membayangkan sendiri. Misalnya harga semen, di Kandangserang dengan di sini selisihnya paling tidak 15 sampai 20 ribu. Kebutuhan pokok sama. Panjenengan atau orang-orang dari bawah beli di sini pasti lumayan kaget karena agak mahal harganya. Karena transportasinya lebih sulit,” ujar dia.

Ia berharap, dengan datangnya anggota DPRD M Nasron paling tidak aspirasi bisa mendengarkan aspirasi warga dan memperjuangkannya.

JALAN PEGUNUNGAN MULAI DIBANGUN

Sementara itu, Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Mudiarso, pada wartawan, mengatakan, tahun ini cukup banyak proyek perbaikan jalan yang tengah dan sedang dikerjakan. Terutama di wilayah dataran tinggi.
Ia menyebut, di antaranya perbaikan ruas Cangkring- Sigugur, Kecamatan Kandangserang. Itu dengan anggaran senilai Rp 3,7 miliar. “Menggunakan hotmic Asphalt Concrete Binder Course (AC – BC),” katanya.

Kemudian lanjut dia, ruas Tajur – Kandangserang dengan nilai anggaran sekitar Rp 1,86 miliar. Lalu jalan raya Tambakroto – Tajur dengan anggaran Rp 964 juta.

“Ada juga ruas Jalan Paninggaran – Werdi senilai Rp 1,86 miliar dan Panumbangan- Bumiroso (Paninggaran) senilai Rp 4,7 miliar,” ucapnya. Di wilayah paling selatan, yakni Kecamatan Petungkriyono, jalan Simego juga masuk dalam salah satu daftar. Nilainya Rp 2,5 miliar.

“Itu yang dari APBD tahun ini. Ada pula yang dari Instruksi Presiden (Inpres) yang dijadwalkan akan dikerjakan 2023 atau 2024,” jelasnya. (had)