Kasus DBD Meningkat Drastis

oleh -
FOGGING - Tim dari Dinkes Kota Pekalongan saat melakukan fogging di salah satu lokasi yang ada kasus demam berdarah.

*) Sudah Dua Warga Meninggal

KOTA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekalongan mengalami peningkatan tahun ini. Sejak Januari sampai akhir September tercatat ada 115 kasus, dua diantaranya meninggal dunia. Padahal di tahun 2021 kasus selama setahun tercatat sejumlah 39 orang dan dua orang meninggal.

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan DBD dengan meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Hal ini diungkapkan Administrator Kesehatan Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Opik Taufik SKM saat dikonfirmasi melalui telepon beberapa waktu yang lalu. “Kasus ini hampir ada di semua wilayah Kota Pekalongan. Ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu misalnya hari ini hujan besoknya panas. Paling banyak kasusnya di Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Selatan,” beber Opik.

Hal yang dilakukan Dinkes disebutkan Opik yakni pencegahan dengan melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, pemberian abate jentik positif, serta penyuluhan ke masyarakat. “Belum lama ini kami mengadakan penyuluhan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kami meminta masyarakat untuk waspada terhadap DBD dan menanggulanginya dengan menjaga kebersihan lingkungannya,” terang Opik.

Dikatakan Opik, Dinkes juga melakukan pelacakan kasus DBD berdasarkan kasus di rumah sakit (RS). Dimana di RS ketika ada pasien DBD lapor ke Dinkes. Jika rumah penderita dan sekitarnya memenuhi syarat penyemprotan (fogging) akan difogging.

Opik menambahkan, DBD bisa mengenai semua usia baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Kasus ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinkes, tetapi juga tanggung jawab setiap orang untuk menjaga lingkungan. “Jika rumah kita bersih tapi kiri dan kanan masih kotor serta banyak nyamuk juga percuma. Jaga kebersihan lingkungan sekitar,” tegas Opik.

Menurut Opik, penyemprotan atau fogging bukan penyelesaian masalah. Yang paling penting yakni menjaga kesehatan masing-masing, menjaga kebersihan lingkungan rumah, kemudian melaksanakan kebersihan lingkungan secara serentak dan rutin. (way)