Masa Panen, Petani Jagung Pusing

oleh -
HARGA RENDAH - Sejumlah petani jagung di Kendal mengeluhkan harga jual panen jagung kali ini lebih rendah dibanding panen yang sebelumnya.

*Biaya Produksi Naik, Harga Panen Malah Turun

KENDAL – Masa panen jagung di Kabupaten Kendal membuat para petani justru pusing. Pasalnya, sementara biaya produksi tanam mengalami kenaikan menyesuaikan harga BBM, harga pasca panen jagung justru turun.

Sejumlah petani jagung di Kabupaten Kendal pun mengeluh, lantaran harga jual panen jagung kali ini lebih rendah dibanding musim panen sebelumnya. Mereka tidak tahu secara pasti penyebab harga jagung turun. Padahal saat ini, bukan termasuk panen raya, lantaran masih banyak petani yang menanam tembakau dan juga sedang waktu panen.

Hal itu seperti dikeluhkan salah seorang petani di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kendal, Nurhadi. Ia mengaku harga jagung saat ini sekitar Rp 4.200 per kilogram. Padahal pada panen sebelumnya harga komoditas ini mencapai Rp 5.200 per kilogram. Dengan begitu terjadi penurunan harga sekitar Rp 1.000 per kilogram. “Saya tidak tahu penyebab harga jagung pada panen kali ini turun. Sekarang juga bukan waktunya panen raya,” katanya, Selasa (4/10/2022).

Hal senada disampaikan petani jagung lainnya di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kendal, Karmani. Ia menuturkan, hasil panen jagung miliknya dihargai Rp 4.350 per kilogram. Sementara pada panen yang lalu mencapai Rp 5.300 per kilogram. “Turun sekitar Rp 1.000 per kilogramnya. Katanya banyak jagung dari luar daerah, sehingga harganya turun,” ujarnya.

Turunnya harga jagung membuat para petani tidak mendapatkan keuntungan yang cukup. Padahal dampak kenaikan harga BBM mengakibatkan harga pupuk dan obat-obatan tanaman ikut naik. Demikian pula dengan harga bibit jagung yang semula Rp 90 ribu/kg menjadi Rp 140 ribu/kg.

Kondisi petani disebut Karmani serba kesulitan. Harga pupuk dan obat-obatan naik demikian pula harga bibit jagung juga naik. “Sementara hasil panen harganya justru turun,” pungkasnya. (lid)