Ricuh Aremania di Stadion Kanjuruhan, 5 Suporter Tergeletak Ditutupi Kain dan Koran

oleh -
Sebanyak lima suporter Aremania diduga meninggal akibat bentrok kekalahan Arema FC vs Persebaya. Foto: Dok. Pribadi AR untuk JPNN.

SURABAYA – Peristiwa tragis terjadi saat pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10).

Seorang saksi berinisial AR mengatakan banyak korban terluka saat kerusuhan terjadi.

Bentrokan tersebut terjadi setelah suporter tak bisa dikontrol oleh tim pengamanan yang ada di lapangan.

“Saya lihat yang di stadion ada tujuh korban dan itu pingsan atau bagaimana kurang paham,” kata AR kepada JPNN.com via telepon.

AR juga mengaku menyaksikan secara langsung di dalam stadion beberapa orang mengenakan baju suporter Aremania tergeletak lemas tak sadarkan diri.

Wajah mereka tampak ditutupi kain dan koran, layaknya orang yang sudah meninggal.

Namun, dia tak bisa memastikan orang-orang tersebut benar meninggal atau hanya pingsan.

“Di depan saya ini ada lima orang yang ditutupi kain atau syal,” ujarnya.

Dalam kondisi terakhir orang tak dikenal dilarang mendekat, bahkan pihak media atau wartawan yang hendak meliput mendapatkan tekanan dari beberapa orang.

Kondisinya di dalam Stadion Kanjuruhan sangat mencekam setelah peluit panjang dibunyikan wasit.

“Belum diketahui ini hanya ada lima atau berapa, tadi saya lihat satu truk orang luka yang dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya.

Korlap Aremania Achmad Ghozali saat dihubungi mengaku belum bisa memberikan jawaban.

Namun, dia mengiayakan sudah ada korban jiwa dan saat ini pihaknya sedang berusaha untuk mendapatkan data pastinya.

“Saya sedang di rumah sakit,” ucapnya sembari mengirimkan lokasi rumah sakit yang dimaksud, yakni di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Tunggu saja sampai ada pengumuman rilis resmi,” ucap Achmad Ghozali.

Dalam info yang beredar, sebelumnya terkonfirmasi dari Aremania ada empat korban meninggal.

Namun, data itu kemudian diminta untuk tak diinformasikan terlebih dahulu sembari menunggu pendataan dari pihak kepolisian.

“Kabarnya ada aparat juga yang jadi korban,” ujar sumber di lingkungan Aremania tersebut. (dkk/jpnn)