Kasus Penembakan, Dewan Angkat Bicara

oleh -
M Nasron

KAJEN – Aksi teror terhadap aktivis di Pekalongan jadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Pekalongan. Wakil rakyat meminta polisi mengusut kasus itu hingga tuntas.

“Saya dengar ada intimidasi. Saya ndak perlu menduga-duga kaitannya dengan LSM itu apakah itu ada kaitannya dengan demo atau apa saya kurang tahu. Tapi yang jelas sebagai warga negara mereka ini perlu perlindungan,” ujar anggota DPRD Kabupaten Pekalongan M Nasron, kemarin.

Di Pasal 28 huruf d UUD 1945, tandas dia, setiap warga negara berhak atas perlindungan hukum.

“Atas kasus itu, saya pribadi sangat prihatin. Saya mohon kepada yang berwenang dalam hal ini kepolisian tolong diusut tuntas,” tandas dia.

Nasron menyatakan, teror dengan senjata api sepengetahuan dirinya baru kali pertama terjadi di Kabupaten Pekalongan. Jika teror itu benar, ia menduga pelakunya bukan orang Pekalongan.

“Karena sudah senjata api ini kayaknya semenjak saya menjadi anggota dewan baru kali ada senjata api. Biasanya paling ancam-ancaman. Paling banter ya berantem, diancam mau diadang dan sebagainya. Mau dikeroyok. Lha ini sudah senjata api. Kalau saya boleh menduga ini bukan orang Pekalongan. Orang Pekalongan saya kira ndak punya senjata api,” kata dia.

Jika yang bersangkutan (aktivis yang diteror) mungkin punya musuh pribadi, ia menduga musuhnya dari luar Pekalongan.

“Kalau ada kaitannya dengan mereka-mereka ini vokal, kita ndak bisa menduga itu. Saya imbau kepada aparat penegak hukum untuk diusut tuntas. Kedepan biar masyarakat yang berani bersuara ini tidak takut,” ujarnya. (had)