Sudah Diintervensi, Kasus Stunting Ajeg

oleh -
SEBUT- Diacara Desiminasi Audit Stunting, Wakil bupati Kendal Windu Suko Basuki menyebutkan bahwa stunting perting dilakukan dengan pendekatan multi sektor melalui sinkronisasi program-program.

*Butuh Keterlibatan Multisektor

KENDAL – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menurunkan angka stunting di wilayahnya ternyata tidak berjalan mudah. Beberapa kasus menunjukkan progres yang ajeg meski telah dilakukan intervensi.

Hal ini terungkap saat kegiatan Pra Desiminasi Audit Stunting di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA ) Kabupaten Kendal, kemarin. Acara dihadiri Kasdim 0715/Kendal, Mayor Inf Sukamto, Plt Kabag Kesra, Junaidi dan narasumber Tim Pakar Intervensi Stunting, Dona Yanuar dari Stikes Kendal.

Tim Audit Intervensi Stunting Kendal, Dona Yanuar mengatakan, untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di kabupaten/kota, maka dilakukan aksi integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi penurunan stunting mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

β€œIni untuk mengawal dan membina kabupaten/kota dalam melaksanakan intervensi penurunan stunting terintegrasi. Pedoman ini akan dimutakhirkan secara periodik berdasarkan pembelajaran dari penerapannya,” ujarnya.

Di Kabupaten Kendal kasus stunting masih cukup tinggi. Bahkan ada beberapa kasus yang sudah diintervensi tetapi progresnya belum ada perubahan. Karena itu perlu adanya tim pakar yang nantinya berfungsi memberikan masukan-masukan.

“Kira-kira intervensi apa, intervensi lanjutan yang dilaksanakan oleh puskesmas misalnya, untuk mengawasi kasus yang belum selesai tadi,” kata Dona.